Chap 182
Senyum tipis terlukis jelas di wajah Yoshiki.
"Hn... Gomen sudah membuatmu ketakutan..."
besi penahan tangan dan kaki Hana supaya tubuhnya tetap tertahan di lantai retak dan hancur dengan sekali pandang oleh Yoshiki.
Hana langsung bangun dan bangkit memeluk suaminya.
"Gomenne... Gomenne... Hiks... Gomenne..." Hana masih menangis dengan keras. Dipeluknya erat tubuh suaminya.
TRANG... TRANG...
4 besi berat dan runcing yang tadi sempat menancap di punggung pria itu kini terjatuh satu persatu. Meninggalkan luka menganga lebar yang banjir darah.
Tangan Hana yang memeluk Yoshiki perlahan dibasahi oleh darah pria itu. Refleks Hana melepaskan pelukannya dan menatap nanar darah yang sudah mengotori tangannya hampir keseluruhan.
Ini semua salahnya... Andai dia mendengarkan ucapan Yoshiki, dia tidak akan mengalami kegilaan ini, dan Yoshiki tidak perlu sampai menahan besi-besi berat dan runcing itu!
Sakit... Ya, pasti sakit. Dan luka yang di alami Yoshiki walau hanya fisik tetaplah parah. Lihat jumlah darah yang merembes keluar!
Bola mata saphire Hana membulat lebar tak bisa membayangkan rasa sakit yang kini ditanggung suaminya.
"Hn... Ada apa?" walau begitu... Ucapan pria itu tak pernah berubah. Tetap datar. Walau ia yakin pasti luka itu menimbulkan rasa perih.
Hana langsung mendongkak, dan menarik wajah pria di depannya ke wajahnya dan dipertemukannya kedua bibir mereka.
Yoshiki agak tersentak karena perlakuan Hana. Begitu bibir mereka bertemu, sebuah kekuatan tak terdefinisikan mengalir di seluruh tubuh Yoshiki. Menyembuhkan luka dalam fisik yang diterimanya secara perlahan namun pasti.
Setelah yakin cukup, Hana melepaskan ciumannya. Sisa air mata masih menggenang di pelupuk matanya.
"Gomen..." Hana langsung menunduk. Tak berani menatap Onix suaminya.
"..." Yoshiki hanya menatap Hana datar.
"Gomen..." kali ini Hana tak bisa menahan tangisnya yang sepertinya ingin melonjak keluar. Tangannya mulai bergetar.
"Gomen... Karenaku... Yoshiki-kun jadi harus terluka seperti--"
PUK
Tangan Yoshiki berada di atas kepala Hana yang menunduk. Mengusapnya sebentar.
"Hn. Dasar bodoh" ucap Yoshiki dingin. "Aku tak peduli jika tubuhku tadi hancur. Aku tidak peduli akan sakit yang nanti ku rasakan. Yang ku takutkan hanya..." Yoshiki terdiam sejenak.
"Kehilanganmu..." Tangan Yoshiki meremat erat kemejanya di bagian dada.
Hana tercengang mendengar perkataan Yoshiki.
"Hn. Jika kau tak mendengarkan ucapanku sekali lagi akan kubunuh kau" ucap Yoshiki tiba-tiba dengan dingin.
Ucapan pria itu memang dingin dan menusuk... Tapi...
Senyum mengembang di wajah Hana.
Hana sepenuhnya tahu... Itu adalah bentuk kasih sayang dan cinta dari suaminya.
"Hum... Tapi yang bersalah di sini seharusnya Rasley-kun!" Hana tiba-tiba menggembungkan pipinya.
"Hn. Rasley?" Yoshiki mengulang nama pria yang di sebutkan Hana.
"Iya. Rasley-kun. Cowok Exorcist yang mengikatku disini tadi memakai topeng. Dan setelah topengnya dilepas ternyata itu Rasley Ratherfur-kun"
"Hn. Siapa dia?" selidik Yoshiki.
Kamis, 15 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar