Chap 193
Yoshiki menaikkan satu alisnya menatap Hana yang bergelayut manja di lengannya.
"Hn. Percuma, kau akan mencoba membujukku untuk membatalkan hukumannya kan?"
"Eh!? Kok tau!?" Hana refleks mengerucutkan bibirnya.
"Hn. Hanya menebak" jawab Yoshiki datar.
"Ta-tapi itu hanya rencana B!"
"Hn. Rencana B?"
"Y-Ya... Aku memang berniat bermanja-manja seperti keinginanmu awalnya! Tapi setelah itu aku terpikir untuk--"
"Hn. Kissu site"
"Ah? Apa?"
"Hn. Cium aku"
"APAAAAA!!?" Hana langsung blushing berat.
"Hn."
Wajah Hana sudah semakin merah dan ia berusaha memenangkan jantungnya yang tadi sepertinya hampir meledak karena ucapan inosen Yoshiki.
"T-Tapi ini kan... D-Di--"
"Hn. Kau bilang ingin memanjakanku kan?" ujar Yoshiki dingin.
"T-Ta-- AH! MOU!" Hana malah kesal sendiri terhadap dirinya.
"T-Tutup matamu!"
"Hn. Tidak"
"Ha!? ASTAGA KUROTO YOSHIKI KAU SANGAT MENYEBALKAN!!"
"Hn"
"U-uuuh!!"
akhirnya setelah melalui banyak perdebatan tidak penting, Hana membulatkan tekatnya untuk melaksanakan permintaan suaminya.
Manor House Yoshiki memang bukanlah tempat umum. Tapi keberadaan para penghuni lain seperti pasukan, dan para pelayan membuat Hana merasa malu mencium Yoshiki di tempat ini.
Kakinya ia jinjitkan perlahan. Dengan sedikit kesal ia menutup Saphirenya. Ia berusaha mendekatkan wajahnya dengan wajah Yoshiki supaya bibir mereka bertemu dan masalahnya selesai!
"u-u..." Hana merintih kecil. Padahal ia sudah sedari tadi menjinjit? Tapi kenapa tidak sampai-sampai? Matanya yang terpejam menghalanginya mengetahui keadaanya dan keadaan Yoshiki saat ini.
"..." sudut bibit Yoshiki tertarik keatas saat melihat ekspresi lucu Hana.
"Hn" tangannya bergerak memeluk tubuh istrinya dan diciumnya bibir istrinya dengan lembut.
'Yoshiki-kun....'
"Yoru kepala laboratorium yang bertanggung jawab atas misi Orion Futaba sudah di tangkap. Dan Kusagane Jiroubu juga. Tapi sepertinya dewan mentri itu tidak terlalu tahu menahu" Tomuro meletakan berkas-berkas di dalam folder kuning di atas meja dekat cangkir teh Yoshiki.
Saat itu sang raja memang sedang bersantai menikmati langit sore bersama istrinya. Ya, seharusnya memang ia sedang bersantai dan membicarakan suatu topik bersama istrinya. Tapi istrinya itu malah meninggalkannya di green house karena melihat suatu tanaman obat.
"Hn"
"Kapan hukuman matinya?"
"Hn. Lusa. Aku sendiri yang akan melakukannya"
"Tak kusangka kau yang akan repot-repot membunuhnya"
"Hn. Dia bermanja-manja dengan milikku--"
"Tapi bisa dibilang dia yang menyelamatkan My Lady" potong Tomuro.
"..." Yoshiki terdiam mendengar ucapan Tomuro.
"Hei jangan bilang kau lupa? Dia yang berlari mencarimu dan mengatakan semuanya padamu kan?"
"Tch... Kau ingin aku membatalkan hukumannya?"
"Ah tidak-tidak. Dia tetap dihukum. Tapi tidak dengan membunuhnya. Kufikir My Lady akan menyimpan dendam padamu kalau kau tetap bersikeras membunuhnya"
"Hn..."
"Woa! Ada Tomuro-kun!" suara Hana terdengar membuat Tomuro menoleh mencari asal suara.
"Yo My Lady!"
Selasa, 27 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar