Chap 188
Sudut bibir Hana tertarik ke atas hingga membentuk senyuman tipis. Tangannya bergerak menyusuri bulu-bulu halus Kurosu.
"Ne Kurosu aku bawa ini" Hana mengeluarkan benang yang digulung serupa bola kecil dari saku jacketnya.
"Huh? Bola-bola kucing ya... Huh... Saatnya memerankan peran kucing"
Kurosu langsung melompat merebut bola-bola benang dari tangan Hana hingga benda itu menggelinding di tanah.
Kucing abu-abu itu dengan semangat memainkan mainan barunya.
Hana hanya tersenyum melihat kucing manisnya dari tempatnya duduk.
"Oh!?" Bola itu karena terus dipermainkan oleh Kurosu akhirnya menggelinding memasuki semak-semak yang di belakangnya terdapat rimbunan pohon gelap.
"Ah, akan kuambilkan. Kau tetap disini saja Kurosu" Hana segera berlari memasuki pepohonan gelap itu.
Kurosu tak tinggal diam, ia mengikuti ke mana Hana pergi.
"Hmm? Di mana ya menggelindingnya?" Hana sudah mengelingi daerah semak-semak tepat kira-kira bola benang itu tersangku 3 kali. Tapi tetap tidak ketemu.
"Miyauw" Kurosu ikut mencari.
Hana berjongkok untuk memeriksa apakah ada bola benangnya di bawah ranting-ranting semak-semak.
"humm" Hana berjalan sambil berjongkok. Mengitari sesemakan yang ditemuinya.
TAP
Tiba-tiba dua pasang kaki terlihat di depan mata Hana.
"Eh?"
SRAAK
Hana langsung di bius oleh sapu tangan yang sepertinya sudah di suntikan chlorofom.
Pandangan Hana mengabur... Saphire-nya perlahan menutup...
Bayangan terakhir yang dilihatnya adalah kucing abu-abunya itu..
'Tolong... Yoshiki-kun...'
DEG
Yoshiki tertegun di tempatnya.
Ada apa ini!? Firasat aneh apa ini!?
Pria emo itu kini sedang berada di sebuah bar kecil. Tangan kanannya memegang sebuah panah hard dart.
Langsung di lemparkannya panah dart di tangannya ke arah sasaran, dan menembus titik tengah. 100 point.
Setelah tangannya kosong, diraihnya ponselnya dengan cepat.
Jarinya menari dengan cepat di atas ponsel pintarnya dan kemudian di tekannya tombol "call" hijau.
".... Tuut.... Tuut.... Maaf nomor--" KLIK
Dengan tidak sabar dimatikannya telepon itu. Lalu di cobanya lagi. Berkali-kali, namun hasilnya sepertinya nihil.
'My Lady? Ada apa denganmu? Ck!' Yoshiki segera kembali menuju manor housenya dengan cepat.
"..." Kurosu terdiam di tepatnya. Kucing itu duduk dengan mengibat-ibatkan ekornya ke kanan dan ke kiri seolah terlihat bingung.
"Bagaimana ini!? My lady diculik! Yang benar saja, penculik yang sebenarnya itu aku! Bukan mereka! Ah sial... Apa yang harus kulakukan!? Memberi tahu My Lord untuk menyelamatkan My Lady? Tidak! Itu konyol! Jika berjahuan dengan My Lady akan membuat My Lord bisa mengetahui identitasku yang sebenarnya. Lalu My Lord akan langsung memusnahkanku! Sial! Bagaimana ini!?"
wanita tomboy yang beberapa menit yang lalu menemaninya kini telah raib setelah di bawa masuk ke dalam mobil box oleh dua penculik.
Misinya kacau! Ia gagal!
"..... --Tidak ada cara lain!" Kurosu segera berlari secepat yang ia bisa menuju manor house majikannya.
"Tomuro!" Yoshiki berteriak tak sabaran.
Kamis, 22 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar