Minggu, 11 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 178]

Chap 178

"Hn. Kasus yang sudah di siapkan oleh pihak penyelenggara sangatlah mudah, hanya sebuah drama pembunuhan buatan yang sangat konyol yang diperankan oleh para petugas yang menyamar sebagai penumpang. Mereka duduk di gerbong 4 sekarang" jelas Yoshiki.
"Berhenti Yoshiki-kun! Aku yang akan memecahkan misteri ini sendirian!" Hana berdiri tiba-tiba dari duduknya.
"Hn... Ada syaratnya"
"Ha? Apa? Kan aku yang memecahkan sendiri? Aku tak minta bantuanmu kan? Kenapa ada syaratnya?" Hana sweatdrop.
"Hn. Bukan. Maksudku ada syaratnya jika kau ingin memecahkan misteri ini sendiri"
"he?" Hana cengo. Tak mengerti maksud Yoshiki.
"Hn. Jangan terlalu jauh dariku. Jika kau ingin ke gerbong 4 maka kau harus kutemani"
"memang kenapa?"
"Hn. Lakukan apa perkataanku My Lady" ucap Yoshiki tegas dan serius.
"Hhh... Ha'i ha'i..." Hana menghela nafas. "Baiklah... Akan kumulai penyelidikanku!" Hana segera bergegas menuju pintu gerbong VIP dan membukanya. Mayat wanita pirang cantik tergeletak langsung menyambut kedatangan Hana.
Dijongkokkannya tubuhnya untuk memeriksa tubuh Akira. Posisi penyanyi opera itu setengah terlentang. Di kepala wanita itu terdapat sebuah lubang. Lubang berdiameter kecil, cukup untuk sebuah peluru bersarang.
Hana mengintip ke dalam lubang itu dengan satu matanya dia tutup.
"Hmm... Sudah di pastikan dia ditembak di jarak tadi mengingat pelurunya tertanam dalam di kepalanya" pikir Hana.
Ia ganti menyelidiki pistol model AK-07 di dekat mayat itu.
"Hmm... Aku tidak bisa mengidentifikasi apapun dari ini..." guman Hana.
Ia segera bangkit dan menyusuri gerbong 2.
Gerbong 2 sangat aneh... Semua penghuninya duduk dan menatap lurus ke depan. Mungkin hipnotis Yoshiki masih berpengaruh.
Hana beralih ke gerbong 3.
Gerbong 3 nampak biasa saja. Penghuninya tak meributkan apapun.
"Loh aneh? Apa Yoshiki tak menggunakan hipnotisnya disini?" pikir Hana melihat penghuni gerbong 3 yang masih beraktivitas secara normal.
"Tapi... Mereka tak meributkan soal mayat" Hana berjalan memperhatikan wajah-wajah penguni gerbong 3 satu per satu.
Tak sadar tubuh Hana telah mencapai ujung gerbong 3. Kini ia berdiri di depan pintu gerbong 3 yang menuju gerbong 4.
'Hn. Jangan terlalu jauh dariku. Jika kau ingin ke gerbong 4 maka kau harus kutemani'
Ucapan Yoshiki terngiang di kepala Hana saat ia hendak memegang gagang pintu gerbong 3.
"Apakah aku harus kembali ke gerbong VIP dan meminta Yoshiki-kun menemaniku? Aaahh... Kejahuan! Tapi... Sepertinya ada yang aneh dengan Yoshiki-kun... Kenapa dia sepertinya sangat khawatir? Atau jangan-jangan... Kunci jawaban semua misteri ada di gerbong 4? Huh, dasar. Pasti begitu! Lihat saja Yoshiki-kun! Aku pasti bisa memecahkan misteri ini sendiri!!" dengan pikiran konyolnya itu, Hana membuka pintu gerbong 3 dan melanjutkan membuka pintu gerbong 4 dengan percaya diri.
Gerbong 4 juga terlihat sama. Tidak ada yang spesial.
"Hmm? Apa pembunuhnya bersembunyi disini ya?" Hana berguman konyol.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.