Senin, 12 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 179]

Chap 179

"...." sepasang bola mata berwarna hitam kecoklatan memandang Hana yang baru saja memasuki gerbong 4 dengan sedikit tercengang.
"ah... Siapa sangka buruan yang akan mendatangi jebakan?"

Yoshiki melirik jam tangannya lagi dengan risau.
"Ini sudah 20 menit, dia lama sekali!" guman Yoshiki khawatir.
Lagi dan lagi, pria itu terus melihat jarum jam Rolex-nya berputar.
"5 menit lagi akan melewati stasiun prefektur Kanagawa. Saat itu akan ku lepas semua sihir dan hipnotisku. Tapi sepertinya banyak polisi sudah berkumpul di depan stasiun" guman Yoshiki.

Hana berhenti di bagian belakang gerbong 4. Ia berdiri tepat di depan pintu yang jika di masuki membawa ke penghubung gerbong 5.
"Tidak ada apa pun... Hhh... Tidak ada siapapun yang mirip dengan pembunuh tadi"
Hana memaksa kepalanya untuk mengingat-ingat wajah dan ekspresi pelaku penembakan yang lari menabraknya. Saat itu si pelaku mengenakan topi yang menutupi wajahnya dan sebuah kumis--ah itu pasti kumis pasangan.
Hana hendak membuka pintu gerbong 4. Ia telah sempurna melupakan ucapan suaminya.
Hana mulai menarik ke bawah gagang pintu gerbong 4 itu. Dan segera di tariknya pintu itu lalu di langkahkan kakinya menuju penghubung antara gerbong 4 dan gerbong 5.
"UMHPPP!!" Tiba-tiba seseorang mebekap Hana dengan sebuah sapu tangan yang nampaknya dibubuhi obat tidur.
Hana kaget setengah mati. Ia mencoba berontak. Tapi sayang... Pandangannya mengabur... Kabur... Dan semuanya gelap.
Tubuh Hana lunglai, dengan sigap si pembekap menahan tubuh Hana.

Mystery Express perlahan-lahan mengurangi laju kecepatannya. Lalu bersamaan dengan bunyi berdecit tinggi, Mytery Express berhenti juga.
Suara gaduh pasukan polisi memasuki gerbong sudah menggema.
Yoshiki telah melepaskan semua sihirnya. Otomatis para penghuni Mytery Express agak kebingungan mengenai apa saja yang baru saja mereka lihat dan alami.
"Disini polisi. Jangan ada yang bergerak sedikit pun!"
TKP segera di pasangi garis polisi. Dan lalu lalang polisi di gerbong VIP dan 1 menjadi tak asing lagi.
Sementara Kuroto Yoshiki terus menghentak-hentakkkan kakinya ringan. Ia sangat risau. Kemana perginya istrinya itu? Sudah hampir setengah jam ia tak terlihat.
"!!!?" Yoshiki tercekat seketika. Ia baru saja membaca pikiran dari musuhnya itu. Dan ia baru saja membaca kata "apakah barangmu ada yang hilang?"
sontak Yoshiki bangkit dari duduknya dan segera berlari menuju gerbong 4. Namun sayang ia langsung di tahan oleh inspektur polisi.
"Maaf anda tidak bisa--" "!??"
Tanpa banyak bicara, Yoshiki menyalurkan isi pikirannya, segala yang ia tahu mengenai kasus pembunuha Akira si penyanyi opera kepada si inspektur polisi.
Inspektur polisi yang agak shock karena tiba-tiba mendapat penglihatan reka adegan pembunuhan Akira si penyanyi opera melepaskan Yoshiki begitu saja. Kesempatan itu tak di sia-siakan Yoshiki. Ia langsung melesat menuju gerbong 4.
"yaa.. Mystery Express berakhir disini"
"Hhh... Kenapa kita harus turun di stasiun Kanagawa?!"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.