Sabtu, 10 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 177]

Chap 177

"...." dari gerbong 2 seorang pemuda berambut coklat tersenyum tipis. "Jadi... Sudah dimulai?" gumannya.

"Jangan ada yang mendekat!" teriak Hana dengan tubuhnya di rentangkan seperti menghalangi.
"Jika ada yang berani mendekat sedikit pun akan kulaporkan pada polisi nanti!" teriak Hana agak ngotot.
Kerumunan yang terlihat panik, bingung, penasaran tadi sekejap diam. Semua berhenti bergerak dan mengeluarkan suara.
Sebenarnya Hana juga tak kalah panik. Ia sendiri juga bingung akan kasus penembakan yang mayat korban penembakannya telah ia lindungi saat ini.
Bukannya ini hanya sebuah game misteri buatan? Jadi kasusnya hanya dibuat-buat kan? Tidak ada pelaku dan korban sungguhan kan? Tapi kenapa!? Kenapa Akira si penyanyi opera harus tergeletak dengan darah menggenang di belakangnya!?
"Memang kau siapa? Kau hanya anak SMA biasa kan?" tiba-tiba sebuah suara memecah keheningan.
"Ah aku... Aku.." Hana tak bisa menjawab. Ia sendiri juga bukan siapa-siapa. Tapi entah mengapa ia memang harus menjaga TKP.
"Hn" bersamaan dengan gumanan dingin menusuk itu sebuah gelombang tak kasat mata terpancar.
Orang yang tadi meneriaki Hana kini diam. Dan para penonton lain mulai duduk teratur di tempat mereka masing-masing termasuk pada penghuni gerbong VIP bagai terhipnotis.
"Eh!? Yoshiki-kun!?" Hana lantas menoleh ke belakang.
"Hn, dari mana saja kau?" Yoshiki langsung menanyai Hana to the point. Walau terdengar datar, tapi dari raut wajah pria itu terlihat kalau ia sedang khawatir sekali.
"A-aku... Aku buang air kecil, lalu ada surat ini--" Hana menunjukkan kertas yang tadi ia dapat dari pintu bilik kamar mandinya "Lalu aku kemari dan..."
"Hn" Yoshiki langsung mengambil kertas yang di tunjukkan Hana, di bacanya sekilas kertas itu, dan di kembalikannya lagi kepada Hana.
"Hn, aku tahu pelakunya"
"Eh apa!?" Hana kaget.
"Hn..." Yoshiki tak memperdulikan ucapan kaget Hana yang seolah meminta penjelasan lebih. Tapi ada hal lain yang mengusik pikirannya, kemana perginya R-vierundzwanzing yang ada di gerbong 2? Exorcist itu tiba-tiba lenyap dari pengawasannya.
Yoshiki kembali berkonsentrasi mencari keberadaan musuhnya itu. Ternyata remaja putra itu tengah ada di toilet antara gerbong 2 dan 3. Apa yang di lakukannya?
Hanya mencuci sapu tangan...
"Hn.." Yoshiki berguman. Ia masih terus berusaha membaca pikiran remaja itu. Tapi tetap saja tak membuahkan hasil.
"Ada apa denganmu Yoshiki-kun?" Hana tiba-tiba melongo di depan Yoshiki.
"Hn. Tidak ayo kembali" Yoshiki langsung menarik tangan Hana memasuki gerbong VIP.
"Apa yang sebenarnya telah terjadi Yoshiki-kun!?" Hana langsung menginterogasi Yoshiki begitu pantatnya terasa nyaman duduk di kursi gerbong VIP.
"Hn, pembunuhan atas rasa dendam" ujar Yoshiki datar.
"Itu tadi bukan kasus yang sebenarnya kan!?"
"Hn bukan, lihat saja tadi raut wajah para petugas yang agak kebingungan dengan penembakan yang tiba-tiba itu"
"Aku tidak melihat satu pun petugas.."
"Hn, mereka di belakang tertutup oleh para kerumunan"
"Sou ka, lalu?"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.