Senin, 19 Januari 2015

Yami no Ai [Chapter 185]

Chap 185

Ya, Yoshiki membaca pikiran pria yang tengah membuat 'video call' dengannya.
"uk--" si pria nampaknya kehabisan kata-kata.
"Tapi My Lord--"
'KLIK' Yoshiki mematikan komunikasi mereka tanpa banya kata.
"Hn..." Yoshiki menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursinya. Ia baru saja menghela nafas panjang.
Ia lelah? Mungkin saja.
"My Lady..." gumannya.

"Jadi bagaimana tuan Jiroubu?"
pria yang baru saja melihat layar di depannya menghitam karena pemutusan komunikasi tiba-tiba perlahan berbalik badan sambil menggeratkan giginya kesal.
"My Lord benar-benar keras kepala" geramnya.
"Hm... Begitu. Jadi apa tindakan anda selanjutnya?" seorang pria berjas dengan telingannya yang runcing.
"...." pria yang dipanggil 'Jiroubu' tak berkutik. Diam berfikir.
"Para Exorcist akan terus menyerang kita!"
BRAK!
Jiroubu Kasugane kepala mentri dunia bawah menggebrak meja di dekatnya dengan lumayan keras.
"Aku tahu itu!"
Si Elf penanya terdiam melihat emosi yang sedari tadi ditahan drakula di depannya.
"Kita culik.... My Lady..." ucap Jiroubu akhirnya.
"Tidak perlu khawatir akan hal itu Jiroubu-sama" suara seorang wanita tiba-tiba terdengar.
Refleks Jiroubu dan si Elf menoleh ke arah suara datang.
Seorang wanita mengenakan setelan jas laboratorium putih tengah berdiri di ambang pintu.
"Kami sudah melaksanakan rencana itu"

"Maow..." Kurosu tampak bermanja ria dengan Hana yang duduk di dalam kubah taman belakang.
Matahari sudah terbenam sejak tadi.
Mengingat besok sudah pekan remidial, Hana pasti akan sangat kebosanan.
Ya, pekan ulangan telah ia selesaikan kemarin. Dan setelah ini tidak ada satupun buku pelajaran yang akan terlihat menarik untuk dibaca.
Tangannya bergerak mengelus bulu lembut kucingnya. Bau harum khas shampoo kucing bertebaran seketika.
Jelas saja, ia baru saja memandikan kucingnya--ralat, Hana mandi bersama dengan si kucing. Dan karena itu Hana mulai terpikirkan sesuatu. Kucing benci air kan? Lalu... Kenapa sikap Kurosu yang ia mandikan tadi biasa saja?
"Ah entahlah" guman Hana.
Ia menggendong kucing abu-abu itu dan menghadapkan wajahnya dengan wajah si Kucing.
"Myaw!" Kurosu hanya mengeong.
"Hmm... Yoshiki-kun sedang apa ya sekarang?"
"Myaow!"
"Ahahaha. Untung ada kamu Kurosu. Aku jadi tidak kesepian!"
"Myaaa!!"

"Hn. Kenapa kau terus tersenyum sedari tadi?" tanya Yoshiki masih fokus dengan kemudinya. Kini keduanya dalam perjalanan pulang dari sekolah yang menyebalkan dan membosankan.
"Hm?" Hana menoleh ke arah Yoshiki. "Ah, terlihat begitu ya? Hehe"
"Hn. Ada apa?"
"Hari ini aku akan mengajak Kurosu jalan-jalan" ucap Hana ceria.
"Hn..." Yoshiki kembali fokus pada kemudinya.
Ada yang aneh. Ia merasa tidak suka tiba-tiba dengan sikap Hana yang terlalu dekat dengan kucing barunya akhir-akhir ini.
'Itu hanya kucing! Itu wajar! Apalagi Hana penyuka kucing!' ia sudah berkali-kali mengatakan hal itu kepada dirinya sendiri untuk menenangkan dirinya yang bergejolak karena rasa cemburu.
Tapi tiap kali ia berfikir soal kucing itu, rasanya ada yang aneh.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.