Chap 186
Rasanya, ada yang tidak beres mengenai kucing itu.
Yoshiki terdiam di meja kerjanya. Ia baru saja meregangkan tubuhnya setelah membaca data-data yang diberikan Tomuro padanya.
SRAAK
Ia bangkit dari kursinya. Berjalan meninggalkan ruang kerjanya.
"Waah... Coba ukuranmu lebih besar. Kau mungkin akan terlihat seperti anjing!" Hana menatap lucu Kurosu yang diberinya pengikat leher yang di sambung dengan tali.
"maouw" Kurosu hanya mengeong.
"Hehehe. Ayo..." Hana tersenyum riang seraya melangkahkan kakinya untuk memulai jogging sore.
"Hn" tak diduga, Kuroto Yoshiki lewat di depan Hana.
Suaminya itu masih tetap sama. Tetap memasang wajah datar dan menusuk.
"Eh loh? Yoshiki-kun?" refleks Hana berhenti.
"Hn. Mau berangkat?" tanya Yoshiki datar.
"Yap!" jawab Hana bersemangat.
"Hn. Kau akan berlari kemana saja?"
"Uhm... Taman... Lalu... Hanya sekitar komples ini saja..."
"Hn" Yoshiki hanya berguman.
Exorcist sedang gencara-gencarnya mencari Hana. Ia juga tak bisa meremehkan dunia bawah. Walau dibawah perintahnya, itu tidak menjamin. Bisa saja ada satu bedebah lolos dan mengincar istrinya itu.
"Kau bawa ponsel?" Hana yang bersiap melangkahkan kaki kembali berhenti.
"Ah... Iya bawa" Hana menunjuk kantong jaketnya yang menggelembung.
"Hn. Kembali sebelum jam 5 sore" Yoshiki melirik jam tangannya.
"Yosha!" Hana langsung berlari secepat mungkin.
"Hn" Yoshiki menatap datar kepergian Hana. Dan kucing abu-abu yang berlari di samping Hana.
"!??"
'Kenapa kucing itu? Dia... Bukan kucing biasa!'
"Jadi begitu..." Jiroubu Kusagane menopang dagunya berfikir.
Wanita blonde berjas putih di depannya hanya menunjukkan senyum menyeringai.
"anda setuju kan Jiroubu-sama?" si wanita mulai berjalan mendekat.
"Tapi kau sudah bertindak tanpa seizinku..!"
"Oh ayolah. Ini akan menjadi rencana sempurna Jiroubu-sama" si wanita menempelkan tubuhnya kepada dada bidang Jiroubu dan mengelusnya.
"Hentikan... Yoru..."
"Hm? Hentikan?" wanita yang dipanggil 'Yoru' mulai meraba-raba bagian bawah milik Jiroubu sambil tersenyum licik.
"Dasar..."
'Huh. Bahkan sampai sekarang aku masih belum ketahuan. Tapi bagaimanapun... Berada di dekat My Lord membuat bulu kudukku berdiri. Seperti itukah kehebatan sang raja iblis? Aku hanya mendengar kekuatannya dari cerita para senior dan buku. Tidak lebih. Tak kusangkah berada di dekatnya hampir membuatku ketakutan. Hufft... Untung saja aku bisa mengontrol diriku. Tapi konyol... Istri dari sang raja iblis, ratu yang memegang kehidupan sang suami ternyata sangat bodoh. Dia dengan muda kutipu. Khu khu khu. Kurasa ini akan berjalan dengan mudah.'
"Uhm? Nande Kurosu?" kenapa kau terus menatapku?"
Ia menatapku. Sial ketahuan!
"Maow!" aku mengeong lucu.
"Ahahaha. Ayo terus" ia mempercepat larinya. Aku dengan mudah mengikutinya.
'Kurosu? Huh. Nama konyol apa itu? Namaku Orion. Orion Futaba bodoh. Dengan membawamu kepada Yoru akan membantuku membangkitkan klan Futaba. Walaupun kamu golongan terendah. Aku tak akan menyerah begitu saja!'
Selasa, 20 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar