Sabtu, 02 Mei 2015

Yami no Ai [Chapter 217]

Chap 217

ia tak bisa meregenerisasi tubuh manusianya sekarang. Kekuatan sendiri tertahan oleh kekuatan Hana.
"Yoshiki-kun..." Hana terisak.
Dengan cekatan ia mengambil ponselnya dan mendial ponsel Tomuro.
Tak lama setelah 2 kali nada sambung akhirnya percakapan mereka terhubung.
"Tomuro-kun!!?"
"Eh? Ya? My Lady kah?"
"Hiks... T-Tomuro-kun..."
Dia adalah ratunya. Dan sekarang ratunya itu menangis. "Ada apa My Lady!?" tanya Tomuro panik.
"Y-Yoshiki-kun... K-kami diserang E-hiks-Exorcist..."
"Dimana lokasi anda!?"
"Di pematang sunga Kanagawa, dekat jembatan kereta api stasiun Kanagawa"
"Saya akan segera ke sana!"
dan sambungan berakhir.
Tanpa menunggu lama, suara tapakan kaki orang berlari mengalihkan pikiran Hana. Itu adalah Tomuro. Pria berambut merah itu berlari menyongsong ke arahnya.
"Tomuro-kun!" Hana menyebut nama pria itu.
Tomuro sudah berjongkok di depan Hana. Dirinya menatap nanar ke arah sang raja yang sekarang dalam keadaan 'setengah sadar'.
"Ayo kita masuk ke mobil" ujar Tomuro.
Hana mengangguk.
Tomuro segera mengambil alih tubuh Yoshiki dan membopongnya memasuki mobil.
Kini mereka bertiga sudah merasakan hangatnya car heater.
Tomuro segera memacu mobil milik Yoshiki menuju manor house.
"Yoshiki-kun..." Hana yang duduk di belakang bersama Yoshiki tak henti-hentinya menyebut nama pria itu sambil menatap khawatir ke arah pria itu.
Tapi Kuroto Yoshiki masih dalam keadaan yang sama. Sangat lemah. Bahkan rasanya kelopak matanya sangatlah berat.
'sial...' guman Yoshiki dalam hati. Ia berusaha 'menetralkan' kekuatan Hana yang meracuni dirinya sekarang.
"Ceritakan kepada saya apa yang terjadi My Lady" pinta Tomuro tiba-tiba.
"Seorang Exorcist menyerang kami... Aku tidak tahu, tiba-tiba aku dikurung dan Yoshiki-kun membawa sebuah pedang. Kata Exorcist itu kurungan itu menarik kekuatanku dan akan terus menarik hingga aku mati. Lalu..." Hana mengalihkan pandangannya yang tadi menatap Tomuro sekarang menatap Yoshiki, "Kau bodoh Yoshiki-kun..." Hana meletakan kepalanya ke dada bidang pria itu.
Dapat dirasakannya di sana, dada itu tidak berdetak. Tidak ada tanda kehidupan. Ya, tubuh itu tidak berfungsi, namun berisi jiwa dari sang raja iblis.
Melihat Hana bersandar pada dadanya, sebuah tarikan senyuman terlihat di bibir Yoshiki.
"Anda sudah mencium My Lord?" lagi-lagi Tomuro tiba-tiba berbicara.
"Eh? M-mencium? T-tidak..."
"Cium dia My Lady!"
"Untuk apa!?" Wajah Hana sudah memerah sekarang.
"My Lord sedang berusaha menetralkan kekuatan anda di tubuhnya, bantu dia dengan menambahkan penawar lewat ciuman anda" jelas Tomuro.
Hana mengangguk paham.
Tapi... Walau dirinya paham... Ia harus mencium Yoshiki! Sekarang! Saat ini juga! Di belakang Tomuro!
Seketika wajah Hana mulau berasap.
Tiba-tiba sebuah tangan besar berada di kepalanya dan mengusap rambut hitam pendeknya.
Hana terbelalak, itu Yoshiki. Pria itu tengah tersenyum menatapnya.
"Y-Yoshiki-kun!" ucap Hana keras setelah mengetahui suaminya mulai membaik.
Yoshiki tersenyum samar.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.