Sabtu, 02 Mei 2015

Yami no Ai [Chapter 218]

Chap 218

"Oh, sudah baikan" ucap Tomuro melihat keadaan di belakang lewat spion tengah mobil.
"H-huweeee!!" tangis Hana pecah.
Yoshiki mengernyitkan alisnya melihat Hana yang menangis tiba-tiba.
"Gomen Yoshiki-kun... Hiks... Gara-gara aku Yoshiki-kun jadi seperti ini... Hiks!" Hana sesenggukan.
Senyuman tipis terulas di bibir Yoshiki. Onyx Yoshiki menatap Hana seolah berkata, 'tak-apa' untuk menenangkan Hana.
Ya walaupun begitu... Yoshiki harus mati-matian menahan pendarahan di tubuhnya untuk berhenti. Setidaknya sampai ia ditangani oleh petugas medis saat tiba di manornya.

Begitu mobil yang dikemudikan oleh Tomuro itu terparkir rapi, si supir langsung keluar dan membantu sang majikan keluar untuk segera dipapah oleh tenaga medis yang sudah siap sedia.
Setelah tubuh Yoshiki terbaring rapi pada ranjang beroda, para tenaga medis segera menyeret Yoshiki entah kemana.
Hana hanya bisa menatap kepergian Yoshiki.
Tomuro yang memang tak berniat mengikuti para tenaga medis terdiam di tempatnya menatap Hana.
"Jangan khawatir. My lord pasti baik-baik saja" ujar Tomuro.
Hana mengalihkan tatapannya ke arah Tomuro lalu menunduk sambul berguman "Hu'um"
"Dari cerita anda tadi... My lord menusukkan pedang ke tubuhnya untuk menyerap kekuatan anda supaya anda tidak mati bukan?"
"Hmm..." Hana hanya bisa berguman. Jujur saja, dia masih tidak tenang mengingat kondisi Yoshiki saat ini.
"Ini salah anda My Lady"
DEG.
Ucapan datar Tomuro barusan seperti memecahkan kepalanya dengan batu besar.
"A-apa...?"
"Ya, ini salah anda. My Lord tidak perlu terluka jika anda tidak menjadi incaran Exorcist..."
"T-tapi aku--kenapa ak--?" Pertanyaan yang hendak Hana lontarkan terhenti mengingat ia sudah tahu jawaban dari pertanyaannya sendiri.
Jawabannya adalah kekuatan dalam dirinya. Para Exorcist itu menyerangnya karena kekuatannya. Dan Yoshiki terkena imbasnya.
"Lalu apa yang harus kulakukan Tomuro-kun!?" Hana segera menyengkram tangan Tomuro. Tak terasa air mata sudah menganak sungai di pipi tannya.
"Perjanjian darah"
"Eh?" Hana langsung mendongkak setelah mendengar 2 kata ucapan Tomuro.
"Anda harus melakukan perjanjian darah dengan My Lord. Dengan begitu, kekuatan anda yang selama ini dicari oleh seluru pihak di muka bumi ini akan langsung menjadi milik My Lord seorang. Exorcist tidak akan memburu anda lagi, dan anda tidak perlu merasa bersalah lagi" jelas Tomuro.
"Benar! Itu dia! Aku harus melakukan perjanjian darah!" ucap Hana pada dirinya dengan wajah polos.
"Baiklah... Terima kasih Tomuro-kun!" Hana melambai sambil dirinya berlari menuju unit medis.

SRAAK!
Dengan kasar Hana membuka pintu geser suatu ruangan bernuansa putih dan berbau antiseptik.
Refleks dua pasang mata yang menghuni ruangan itu menatap ke arah Hana yang ngos-ngosan.
"My Lady?" ujar Yoshiki kalem.
Saphire Hana langsung menatap suaminya. Suaminya itu duduk di sebuah ranjang dengan keadaan bertelanjang dada.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.