Sabtu, 27 September 2014

Yami no Ai [Chapter 68]

Chap 68

"Saat aku membuka pintu kamarku aku melihat benda ini di atas laciku. Bersama dengan surat ini," Tomuro menunjukan sebuah sobekan kertas bertuliskan 'Jenguk Hana'.
"Nah, Yoshiki kau sudah melihat Hana kan? Dia baik-baik saja kok" setelah berucap begitu dibantingnya handycam-mini itu hingga onderdil-nya berceceran di lantai.

"..." Yoshiki terdiam menatap layar monitornya yang sudah berubah menjadi hitam.
"ck!" rutuknya.

"Kenapa? Kenapa Yoshiki melakukannya?" tanya Hana penasaran kepada Tomuro.
"Karena dia mencintaimu"
"Bukan. Kenapa dia memilih cara merepotkan seperti itu jika hanya untuk melihatku?"
"Karena dia buta terhdapatmu"
"B-buta?"
"Benar. Jika dia bisa bebas menggunakan kemampuannya sebagai raja iblis kepada siapapun, maka kau adalah pengecualian. Bahkan kekuatanku tidak berpengaruh padamu."
"B-bagaimana bisa begitu?"
"Umm, mungkin karena kekuatan dari tubuhmu itu"
"Jadi begitu..." guman Hana.
"Ya begitu. Kalau begitu aku permisi dulu," Tomuro hendak menggapai pintu depan saat dicegah oleh Hana.
"Tunggu Tomuro-kun!" yang kemudian Hana segera berlari kedapur lalu kembali membawa 4 onigiri yang ditaruh diatas piring yang sudah tertutup rapat oleh plastik.
"Buatmu" Hana menyerahkan sepiring onigiri itu, "dan juga untuk orang yg sedang sakit itu"
Tomuro tersenyum.
"Baiklah terimakasih." Tomuro melangkahkan kaki keluar rumah Hana dan menghilang.

TOK.TOK.TOK.
Tomuro mengetuk sebuah ruangan berpintu dua daun berwarna putih.
"Selamat malam. Pizza pesanan anda telah tiba" ucap Tomuro.
Salah satu pintu putih itu terbuka, menampakan sosok tampan yg tengah mengenakan jas lab yang sudah terciprat noda darah.
"Hn" ucap Yoshiki.
"Yo!" Tomuro tersenyum sumringah.
"apa maksudmu tadi?" tanya Yoshiki dingin. Ia sedang membicarakan masalah handycam tadi.
"lupakan itu. Ini" Tomuro memberikan sepiring onigiri lalu menyalakan sebuah alat perekam, 'Buatmu... SREEZZ... dan juga untuk orang yg sedang sakit itu' yang merekam suara Hana.
"Hn" Yoshiki mengambil sepiring onigiri itu.
"Ngomong-ngomong sedang apa kau?" tanya Tomuro.
"Kegiatan sampingan" Yoshiki menutup pintu yg tadi dibukanya dengan kasar.
"Menguliti manusia hidup lagi, eh?" Tomuro menatap pintu putih itu dengan seringai.

Keesokan harinya Yoshiki muncul dan mengikuti kegiatan sekolah. Seperti biasa ia selalu dikerubungi gadis-gadis dari seluruh penjuru sekolah. Bahkan berkali-kali terjadi kejadian 'tembak-tolak'. Seperti halnya pada istirahat siang ada siswi dari kelas 3-2 yg notabene adalah seorang 'senpai' datang ke kelas 2-1 lalu berteriak di depan wajah Yoshiki yg serba datar, "Kuroto-kun! Atashi wa suki no Koto!"
Hana mengetahui hal itu. Hanya diam-diam mencuri pandang dari bangkunya yg berada di depan bangku Yoshiki walau agak jauh.
Yoshiki menatap datar gadis bersurai biru kehijauan itu.
"Hn. Aku tertarik padamu" jawab Yoshiki.
Bayangkan perasaan gadis yg sudah mengungkapan perasaannya malah ditolak dengan sangat-sangat kasar.
"E-eh kenapa?" tanya siswi itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.