Selasa, 02 September 2014

Yami no Ai [Chapter 43]

Chap 43

Hana terdiam karena ucapan Ryuu barusan.
'Aku ditolak... Eh loh? Kenapa aku nggak sedih?' pikir Hana.
"Aku sudah tau kok senpai! Oleh sebab itu aku akan membersihkan kamarmu sebagai imoutou-mu!"

"My Lord, My Lady terlihat sedang merapikan apartemen itu"
"sou... Kerja bagus. Kembalilah" Yoshiki menjawab hambar dan mematikan transmisi itu. Seketika itu pikiran Yoshiki terbang kemana-mana. 'dia memang masih menyukainya. Kenapa aku bisa sebodoh itu? Dia lebih menyukai Ryuu. Bahkan dia lebih bahagia mendapat alamat emailnya. Padahal beribu wanita menginginkan alamat emailku. Ck!' dikeluarkannya ponslenya. Mine > Blocked > Yes.

"Tadaima"
"Okaeri" Hana menyambut Ryuu yg baru pulang.
"Loh Hana-kun? Belum pulang?"
"Aku menyiapkan makan malam untuk senpai. Soalnya aku prihatin makanan senpai tiap hari katsudon terus sih"
"Kau tahu dari mana?"
"situ" Hana menunjuk gumpalan plastik sampah.
"A-hahaha" Ryuu sweatdrop.
"Tapi apa tidak apa kau lama disini?"
"Tidak apa. Oh ya senpai berkeringat. Aku juga sudah menyiapkan air panasnya. Silahkan berendam"
"wah Hana-kun kau...."
"hm?" serga Hana.
"ah tidak. Terima kasih ya. Kalau begitu aku mandi dulu"
hari ini seharian penuh Hana membersihkan apartemen Ryuu.
Akhirnya Ryuu keluar dari kamar mandinya dengan mengenakan seutas handuk saja di pinggang.
BLUSH. wajah Hana seketika memerah.
"mmh? Ini sudah malam loh Hana-kun"
"ah benar. Kalau begitu aku permisi ya"

"astaga aku sampai lupa waktu" Hana melirik jam tangannya. 21:00
Hana menghela nafas.
Dia baru ingat, ia belum mengirimkan sedikitpun kabar kepada Yoshiki.

To: Yoshiki-kun
Hey bagaimana kabarmu? :3 apa masih sibuk? :3
SEND >>>
SORRY YOUR EMAIL CAN'T RECIVED

"Loh?" Hana menatap ponselnya aneh. Sekali lagi dikirimya email itu. Namun tetap sama.
"Ada apa ini?"
Hana mencoba mengirim email kepada Maki. Dan terkirim. Lalu kenapa email Yoshiki tidak bisa terkirim?
Jangan-jangan... Yoshiki memblokirnya?
Lalu kenapa Yoshiki memblokirnya?
Banyak pertanyaan membuat Hana semakin kalut. Ia berlari sekencang mungkin untuk mencapai mansionnya.
Apa karena Ryuu-senpai?
Lagi. Satu pertanyaan muncul membuat langkah kakinya semakin cepat.
"Wah wah, ada gadis nakal disini" di depan Hana sudah berdiri seorang laki-laki berjas.
"d-dare?" tanya Hana takut.
"Kau tahu. Kupikir gadis tomboy yg kutemukan kemarin adalah yg terakhir. Ternyata ada lagi" pria itu mengacungkan tangannya yg ternyata membawa pisau daging.
Hana mematung di tempatnya ketakutan.
"AKU SANGAT MEMBENCI GADIS TOMBOY! KALIAN MENGINGATKANKU PADA SI SIALAN ITU!!" pria itu menerjang Hana.
"KYAAAAAA!" Hana menjerit ketakutan saat tebasan pisau itu hampir mengenai pundaknya.
Hana segera berlari sekencang mungkin. Tentu saja pria itu tak akan membiarkan Hana lari begitu saja. Dikejarnya Hana dengan langkah kakinya yg jauh lebih lebar ketimbang Hana tentu saja Hana langsung tertangkap.
"AKKKHHH!!" jerit Hana saat pria itu berhasil menindih tubuh Hana.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.