Chap 62
Hana yg merasakan sperm Yoshiki di dalam miliknya hanya bisa menangis tertahan.
Yoshiki menarik miliknya.
Di dekatkan wajahnya ke wajah Hana. Namun wajah Hana segera berpaling, menolak. Tangan besar Yoshiki segera mencengkram dagu Hana dan memaksanya menatap wajahnya.
"Hn? Bagaimana rasanya sperma raja iblis? Kau menyukainya kan? Dasar pelacur kecil..." ejek Yoshiki.
"Aku membencimu! Sangat membencimu! Aku pasti akan membunuhmu!" teriak Hana sambil menangis.
"Hn. Lakukan sesukamu" ucap Yoshiki dingin menatap Hana.
Hana yg kelelahan perlahan pandangannya mulai mengabur dan ia tertidur pulas dalam sekejap.
Tangan Yoshiki mengusap lembut rambut pendek Hana.
Didekatkannya lagi wajahnya, ah mungkin lebih tepat ke telinga Hana.
"Aku tidak peduli kau menganggap dan memandangku apa. Tapi kau adalah milikku, Hana Kuroto. Istriku"
Yoshiki mengangkat wajahnya dan memandang lekat wajah Hana.
"Aku mencintaimu My Lady" Yoshiki mengecup ringan puncak kepala Hana.
Tangannya yg entah sejak kapan membawa rantai mulai memasngkannya pada pergelangan tangan kiri Hana dan mengikatnya di tembok.
Segera setelah berpakaian Yoshiki memanggil salah satu maid.
"pakaikan pakaian hangat untuknya. Nyalakan pemanas. Saat ia bangun tanyai dia bagian mana dari tubuhnya yg terasa sakit atau tidak enak. Layani dan rawat dia" ucap Yoshiki datar pada seorang maid.
"Yes, My Lord" maid itu membungkuk hormat dan segera masuk kamar Hana dan Yoshiki untuk menjalankan tugasnya.
Yoshiki segera berjalan menuju suatu tempat. Dengan wajah dinginnya ditambah beberapa aura gelap bertamburan di sampingnya. Apapun yg terjadi selanjutnya, pastinya akan buruk.
Langkah kaki sang raja iblis itu akhirnya berhenti di sebuah ruangan di ujung lorong. Ia mengetuknya sebanyak 4x sampai akhirnya si pemilik ruangan membukakan pintu.
"My Lord?"
"Hn. Hazel kenapa kau memberitahunya?" tanya Yoshiki dengan super-duper dingin.
"Ah hanya memberitahunya lebih awal"--DUAK-- tubuh wanita berambut coklat panjang itu terpental sampai menabrak tembok ujung ruangannya.
"ugh" sedikit darah keluar dari mulutnya.
"Hn. apa saja yg kau katakan kepadanya?"
Hazel masih berusaha berdiri namun tiba-tiba ia merasa tercekik sesuatu. Padahal Yoshiki masih tetap di tempatnya. Ya, itu salah satu kekuatan sang Raja Iblis.
"ak...akh..." Hazel berusaha mati-matian menahan sesak menyakitkan di lehernya.
Cekikan itu terlepas dan tubuh Hazel kembali beringsut jatuh.
" ... ." lama Hazel terdiam sampai ia berbicara tersenggal-senggal kemudian, "saya memberitahunya, bahwa saya sangat mencintai anda" jawab Hazel dengan wajah mengerikan bagai sosok psiko lalu tertawa nyaring "HAHAHAHAHA!!!"
"Hn" tawa Hazel terhenti. Kepalanya terlah terpisah dari badannya setelah dibelah oleh pedang Yoshiki.
Yoshiki pergi meninggalkan kepala dan tubuh Hazel yg ia pisahkan dengan cepat.
Ia menuju beranda di dekat green house. Tepat kesukaanya.
"ngh...." Hana mengerang sebentar sebelum membuka kedua matanya.
Saat melihat tangannya terantai sontak ia bangun.
Minggu, 21 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar