Minggu, 28 September 2014

Yami no Ai [Chapter 69]

Chap 69

"Hn. Karena kau bukan Hana"
Seketika seluruh penghuni kelas menatap Yoshiki serempak.
Termasuk Hana. Ia sangat kaget mendengar penuturan Yoshiki barusan.
"b-bukannya kalian sudah putus?" gadis itu tergagap.
"Ck!" Yoshiki mendecak lalu pergi meninggalkan kelas, meninggalkan si 'senpai' yang baru saja menembaknya.
Sepeninggal Yoshiki, giliran Hana yg ditatap oleh seluruh penghuni kelas.
"hee?" Hana cengo sendiri.

Hana yang merasa tidak nyaman dengan keadaan kelas yg terus memandanginya dengan pandangan tak menyenangkan akhirnya memutuskan berjalan keluar. Ia terus berjalan kemanapun mengikuti langkah kakinya. Sampai ia memasuki kantin sekolah.
Bau makanan yg lezat menyeruak di hidungnya. Seketika itu perutnya meronta minta diisi. Memang hari ini Hana belum makan apapun.
Alasannya? Karena dia harus menghemat pengeluarannya. Uangnya tinggal sedikit. Ia harus terus meminimalisir penggunaan uangnya sebelum ia mendapatkan pekerjaan pasti.
"Hana! Tidak makan?" seru segerombol siswa kelas 2-6 yg rata-rata siswa klub sepak bola yg pernah diikuti Hana.
"ah tidak" Hana hanya tersenyum memaksa lalu beranjak meninggalkan kantin.
Kakinya terus membawanya kesuatu tempat. Terus melangkah sampai ia mencapai kebun belakang sekolah.
"hmmm" Hana berguman pelan dan duduk di salah satu batu besar dan memejamkan matanya sejenak.
"ini buatanmu?" sebuah suara yg sangat-sangat dikenal Hana karena terdengar dingin ditelinganya membuatnya membuka matanya cepat.
"eh?" Hana melihat Yoshiki tengah menyodorkan sebuah bento berisi 2 buah onigiri yg sangat dikenalnya. Itu buatannya.
"Y-Yo-shi-ki?" Hana tergagap menatap bola mata kelam Yoshiki.
"Hn. Boleh aku duduk di sampingmu?"
"s-silahkan" Hana tersenyum kaku.
"Hn" Yoshiki segera menjatuhkan badannya diatas batu yg sama dengan Hana.
"Hn. Kau lapar?" tanya Yoshiki.
"ah tidak juga"
"aku melihatmu. Memasuki kantin namun tidak makan. Bibirmu kering, kau kurang minum dan aku tadi mendengar suara perutmu"
"a-aaaaa?" Hana hanya bisa mengangakan mulut shock.
"Hn. Ini onigiri buatanmu kemarin kan? Makanlah" Yoshiki menaruh kotak bento berisi onigiri itu disampingnya dan Hana.
Akhirnya karena tidak bisa menahan rasa lapar Hana pun melupakan harga dirinya dan segera melahap onigiri itu.
Ditengah kesibukan Hana mengunyah onigiri itu dan memanjakan lidahnya, Yoshiki bertanya, "Kenapa? Kau tak mau menerima uang... Bantuan dariku?"
Hana terdiam sesaat. Berhenti mengunyah.
"aku tak mau merepotkanmu lagi" jawab Hana akhirnya, "aku hanya penghasil kekuatanmu. Kau tak perlu membantuku"
"Ck!" decak Yoshiki emosi.
Dilain pihak ia ingin berteriak, 'aku mencintaimu! Kau bukan hanya sebagai penghasil kekuatanku! Aku suamimu! Mulai sekarang kembalilah padaku! Aku tidak ingin melihatmu menderita seperti ini!' tapi ia malah berkata, "Hn. Jika kau mati karena kelaparan maka aku akan kehilangan budak penghasil kekuatanku"
Hana tersenyum miris mendengar jawaban menyakitkan Yoshiki.
"Tenang saja aku tidak akan mati karena kelaparan," canda Hana.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.