Sabtu, 13 September 2014

Yami no Ai [Chapter 54]

Chap 54

Rasanya otaknya mengalami kekosongan massal karena baru saja mengetahui bahwa ia adalah hanya sebuah pemasok kekuatan pria disampingnya. Pria yang ia cintai. Dan pria yang ia percaya. Ia sudah menyerahkan segalanya kepada pria disampingnya. Termasuk keperawanannya! Lalu kenapa? Kenapa harus berakhir dengan kenyataan seperti ini?
Perlahan kelopak mata Hana meneteskan air mata.
GREP.
Tangan besar Yoshiki memegang pundak Hana.
"Kenapa kau menangis?" wajahnya nampak khawatir dan kalut.
"Ah?" Hana mengusap matanya yang berair.
"Tidak apa. Hanya lelah membaca mungkin" ucap Hana sambil tersenyum.
'kenapa? Kenapa aku berbohong?' batin Hana miris.
"Hn. Kau membaca apa memang?"
"Ah ini--"
"sejarahku?" potong Yoshiki.
"Ah aku hanya sedikit penasaran"
"Hn. kenapa kau tidak bertanya langsung padaku?"
"Eh?"
"Aku akan memberitahukan semuanya kepadamu. Ada banyak bagian yang tidak ditulis disana" tatap Yoshiki dingin.
"kenapa?"
"'kenapa?' tentu saja kerana kau istriku. Kau berhak mengetahui segala hal tentang suamimu" jawab Yoshiki datar.
''istri'? Apakah kau benar-benar menganggapku 'istri'mu, Yoshiki-kun?' batin Hana miris lagi.
"Tapi aku hanya butuh garis besar kok. Dan sedah kudapatkan. Lagi pula aku juga tidak bisa seenaknya menanyaka privasimu kan? Walaupun kita suami-istri" ucap Hana tersenyum.
'Ya, bagian privasimu yg menggunakan aku sebagai alatmu'
"Hn. Kau sudah belajar?"
"untuk?"
"ujian pergantian kelas. Kau peringkat 2 dibawahku kan kemarin saat penerimaan rapor tahun pertama"
"ah iya" 'kau pasti akan masuk kelas EXELENT Yoshiki-kun. Aku tidak perlu berusaha memasuki kelas itu. Aku ingin lepas darimu, menghindarimu'

"Hn. Bagaimana testmu? Kulihat tadi wajahmu tidak tertekan seperti saat kau mengerjakan test lainnya" tanya Yoshiki sambil tetap fokus terhadap kemudinya.
"aku sudah berusaha" jawab Hana datar.
"Hn? Ada apa denganmu? Kau nampak aneh akhir-akhir ini?" Tanya Yoshiki dengan sedikit nada khawatir.
"Aneh?"
"Hn. Lupakan"
Yoshiki segera berlari menuju monitor pengumuman untuk melihat daftar rank. Bukan untuk melihat rank berapakah dia--karena ia selalu menjadi si nomor satu--,namun untuk melihat di urutan berapa Hana? Ya, dia buta terhdapa Hana sehinggua membuatnya cukup kesulitan.
'Tidak ada! Tidak ada nama Hana di daftar rank 1-30 siswa kelas EXELENT! Lalu di urutan berapa Hana?'
Diputuskannya ia segera menuju ruang TU.
Menguasai pikiran para guru untuk mengetahui peringkat Hana. Ternyata peringkat Hana adalah 121 . Sangat jauh sekali. Sudah ia duga pasti ada apa-apa dengan Hana!.
Maka ia membuat para guru merubah daftar rank membuat Hana naik di rank 30. Walau itu urutan terakhir di EXELENT CLASS. Dan membuat semua siswa yang telah melihat urutan rank itu berfikir memang Hana urutan 30 bukan Kirihara--pemilik rank 30 yang sebenarnya.
Beruntung, Hana tidak berniat melihat monitor rank tersebut. Karena ia percaya bahwa ia tidak mungkin masuk EXELENT CLASS mengingat semua soal test kemarin hanya ia jawab sebisanya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.