Chap 48
Tomuro segera berbalik untuk melaksanakan perintah Yoshiki namun tidak jadi karena melihat Hana yang menarik tangan Yoshiki.
"kau tidak boleh begitu!" ucap Hana serius.
Yoshiki menatap mata Hana. "Hn. Aku tidak peduli dengan semua ini. Lebih baik begini, daripada kau meninggalkanku lagi"
Hana memunculkan wajah bersalah. "maaf soal kemarin. Aku tidak akan melakukannya lagi"
"hn. Kalau begitu jawab pertanyaanku"
"ha'i?"
"siapa..., orang yg kau cintai?" tanya Yoshiki dengan tatapan tajam.
"eh?" wajah Hana kontan memerah.
"siapa... Orang yg ada di hati dan pikiranmu?" tanya Yoshiki lagi.
Lidah Hana keluh dan ia akhirnya hanya bisa memalingkan wajah tak berani menatap mata kelam Yoshiki. 'siapa? Ryuu-senpai jelas bukan. Karena aku sudah menganggapnya kakak sendiri. Siapa? Siapa?' batin Hana kacau.
Tak terasa dagunya sudah ditarik sehingga membuat wajahnya terpaksa menatap wajah tampan nan sempurna Yoshiki.
"jawab aku, Kurotake Hana" perintah Yoshiki mutlak.
DEG. DEG. DEG. Jantung Hana seakan lepas dari tempatnya begitu menatap kembali mata kelam Yoshiki.
'benar, aku hanya dia yg bisa membuatku gila seperti ini. Aku benar-benar bodoh sampai melupakannya'
"ternyata Ryuu-senpai tau aku menyukainya. Dan ternyata dia menganggapku seperti adik. Aku ditolaknya. Tapi entah kenapa, disini" Hana mengarahkan tangan Yoshiki ke dadanya "rasanya biasa saja. Tapi begitu menyangkut dirimu, ini langsung--" wajah Hana memerah "berdetak kencang"
CHU. Yoshiki langsung melumat bibir Hana.
Kontan Hana langsung gelagapan.
Saat Yoshiki melepas lumatan bibirnya, muncul jejak saliva keduanya.
"Tomuro, siapkan berkasku" Yoshiki berjalan melewati Tomuro dengan tangannya menarik Hana.
"eh, eh?" Hana kebingungan.
"Yes, my lord" ucap Tomuro berojigi.
BRAK. Yoshiki memasuki ruangan rapat dengan arogan, tentu saja tetap menggenggam tangan Hana.
"Selamat datang My Lord" ucap beberapa Maid.
"Hn" Yoshiki segera duduk di kursi utama diikuti Hana yg duduk di sebelah kanannya.
"jadi dia, istri yg anda maksud?" ucap petinggi dari Uni Soviet.
"Hn"
Jujur Hana cukup tercengang melihat suasana ruangan rapat ini. Para petinggi masing-masing ditemani oleh wanita cantik dan sexy ber bikin. Bahkan ada para petinggi berkulit coklat yg dengan santainya merogoh bagian selangkangan salah satu wanita.
'ini rapat? Kimochi warui' batin Hana sweatdrop.
"Hei," Tomuro menepuk bahu Hana yang sedang duduk di dekat kolam ikan sambil mendengarkan musik dan membaca manga dan juga memakan keripik kentang.
"ya?" respon Hana walau pandangannya masih fokus pada manganya.
Tomuro yg jengkel langsung mengambil manga Hana.
"HEII!" protes Hana.
"Dark Magician" Tomuro membaca judul manga Hana.
"seorang siswa sekolah magician dikelurarkan karena tertangkap basah melakukan tindakan yaoi bersama adik kelasnya di--" sebelum sempat membaca kelanjutan sinopsis manga Hana segera menyitanya.
"tak kusangka kau suka seperti itu" Tomuro menatap Hana sweatdrop.
"urusai"
Tomuro menarik kursi kosong dan mendudukinya.
Minggu, 07 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar