Chap 50
saat Hana melirik Hazel sedetik kemudian ia langsung menarik Yoshiki.
Yoshiki sedikit kaget saat sifat Hana yg agresif menariknya.
Di sebuah lorong terdekat Hana menghentikan Yoshiki dan mendeptkannya pada dinding.
"dia... Dia... Mantan k-kasihmu?" tanya Hana.
"Hn"
"boleh aku bertanya?" tanya Hana tiba-tiba dengan sendu.
"Hn?" 'ada apa dengan dia?'
"kenapa... Kau lebih memilihku? Aku baru mengenalmu, aku jelek! Reverse trap!"
"hn. Kau fikir aku peduli soal itu?"
"eh?" Hana menatap Yoshiki.
'Chu' Yoshiki mengunci bibir Hana dengan kecupan lembutnya.
"Kau selalu lebih baik dari pada seluruh wanita di dunia ini. Itulah kenapa aku memilihmu"
wajah Hana memerah seketika. Matanya ditatap tajam oleh onix suaminya. Betapa pandangan itu sangat serius menyiratkan perasaan pemiliknya.
Hana tersenyum. "ehm" dan mengangguk bahagia.
"Hn. Kalau begitu aku akan ke tempat latihan. Tomuro sudah menungguku. Mau ikut?" Yoshiki menjulurkan tangannya.
Hana mengangguk dan menjulurkan tangannya menggemnggam tangan Yoshiki.
"kau telat 3 menit" ucap Tomuro dengan pedang hitam yang sepertinya ekstra besar dan pastinya eksta berat.
"hn. Sejak kapan kau jadi prefeksionis?"
"damare kono yaro. Cepat ganti sana" ucap Tomuro sinis.
"Hn" Yoshiki segera menuju ruang ganti.
"Ara? Hana-kyun juga ikut?" Tomuro menatap Hana.
"kyun?" Hana memiringkan kepalanya.
"Hahaha. boleh kan?"
"y-ya boleh sih. Walau terdengar aneh"
"kau yakin mau menonton?"
"iya. Aku senggang sih"
"kalau senggang berkencanlah denganku sesekali Hana-kyun" goda Tomuro.
"siapa yg kau ajak berkencan? Dan apa itu Hana-kyun? Terdengar menjijikan dengan suaramu" ucap Yoshiki dingin tiba-tiba.
GLUP. Hana menelan ludah saat melihat keadaan Yoshiki.
Baju latihan dengan kerah berdiri dan ber-resleting yang dibuka sampai bagian diafragma. Menampakan beberapa otot Yoshiki ditambah wajah tampan Yoshiki membuat Hana tak berkutik.
"Hn. sampai kapan kau akan memandangiku begitu?" ucap Yoshiki membangunkan lamunan Hana.
"ek ek... S-siapa yg memandangimu!" ucap Hana tsundere.
Yoshiki segera menuju tengah lapangan yg kira-kira seluas 2 lapangan basket internasional itu bersama Tomuro.
"aku baru saja menciumnya dan..."
"kekuatan baru kan?"
"Hn."
"bagaimana rasanya?"
"liar"
"deskripsi yg bagus"
"hn. Bersiaplah mati berkali-kali"
"coba saja"
keduanya bersiap siaga. Ah mungkin Hana Tomuro yg mengatur kuda-kuda siap siaganya. Karena Yoshiki hanya berdiri dengan kedua tangannya di dalam kantung celananya dengan wajah dingin khasnya.
"GATE: OPEN!" Teriak Tomuro. Lalu munculah sebuah gerbang hitam besar dan terbuka memunculkan pasukan api yang lagsung menyerang Yoshiki.
"hn" Yoshiki tak bergerak namun perlahan pasukan yg menyerangnya menjadi rapuh dan terbawa angin.
"gakoii!" teriak Tomuro bersemangat.
Dan pertarungan mereka semakin sengit.
CRASH. Yoshiki memotong kedua tangan dan kaki Tomuro seperti memutilasi.
"Ah kau curang! Selalu saja begini!" teriak Tomuro jengkel.
"hn. Kalau begitu temukan jalan supaya tidak seperti ini"
Selasa, 09 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar