Chap 47
"sudah." jawab Hana.
Tomuro sekaligus Yoshiki terperangah atas jawaban Hana.
"Oi! Kau keterla--" ucapan Tomuro terpotong.
"Karena aku sudah di depannya sekarang" potong Hana.
Cahaya kehidupan di mata Yoshiki sepereti kembali.
"Tapi aku tidak menganggapnya pacar"
Tomuro seperti mau naik darah mendengar ucapan Hana yg seperti anak sok polos.
"karena aku menganggap dia suamiku" jawab Hana.
Muncul keheningan cukup lama.
Sampai Yoshiki mengeluarkan ponselnya dan mengutak-atiknya.
Mine > Unblock > Yes
"Ikut aku" Yoshiki menarik Hana tiba-tiba.
"Hee jadi sudah tidak perlu wanita lain lagi?" goda Tomuro saat mereka berdua melewati Tomuro.
"Hn. Aku sudah mendapakan wanita yg kuinginkan" jawab Yoshiki yg kontan membuat Hana blushing.
Yoshiki terus menarik Hana sampai di dapur istana yg luas.
"eh kenapa?" tanya Hana bingung.
"Hn. Buatkan taiyaki" ucap Yoshiki seperti memerintah.
"ha? Hhh... Ha'i ha'i" jawab Hana pasrah lalu segera menuju sebuah kompor. Semua pekerja di dapur nampak berhenti bekerja dan malah mengamati Hana.
Berselang 7-10 menit akhirnya tersaji sebuah taiyaki di depan meja Yoshiki.
"Hn." Yoshiki segera menyuapkan taiyaki itu ke mulutnya.
Lagi. Lagi. Lagi dan lagi. Sampai suapan ke-8 yoshiki diam.
"Hn. Akhirnya semua rasa sakit disini lenyap" Yoshiki meremas bagian dadanya.
Yoshiki mengambil sesendok tipis taiyaki buatan Hana lalu mengarahkannya ke mulut Hana.
Hana yg masih bingung hanya membuka mulutnya dan membiarkan makanan itu masuk ke mulutnya.
"Karai!" ucap Hana tiba-tiba. Ternyata taiyaki buatannya cukup asin.
"Hmn. Hahahaha" Yoshiki tertawa. Semua pekerja sampai terdiam. Hey? Mereka tidak salah dengar kan? My lord mereka si raja iblis tertawa lepas seperti itu?
"Gomen Yoshiki-kun!" Hana segera beranjak dari duduknya untuk mengambil hidangan taiyaki itu namun Yoshiki mencegahnya.
"akan kuhabiskan. Aku lapar" ucap Yoshiki tegas. Lalu kembali di masukannya taiyaki asin buatan Hana kemulutnya.
Hana yg melihat itu meneteskan air matanya. Dia berani bersumpah baha taiyaki itu BENAR-BENAR-- TIDAK, TAIYAKI ITU SUNGGUH-SUNGGUH ASIN! "mou Yoshiki-kun... Jangan dipaksakan"
"Terimakasih makanannya" Yoshiki meletakan sendok tipis diatas piring yg tadinya berisi taiyaki.
"kerja bagus istriku" ucap Yoshiki dengan senyum tipisnya. OH DEMI APAPUN! YOSHIKI KUROTAKE TERSENYUM!
Hana segera menghambur ke arah Yoshiki dan menangis di pelukannya.
Yoshiki mengelus rambut hitam pendek Hana. "Itu juga salahku. Tanganmu sakit aku malah menyuruhmu memasak. Dasar aku ini" sebenarnya Yoshiki tau jari Hana terpeselet saat menaburkan garam sehingga berlebihan.
"Rapat akan dimulai lima menit lagi" ucap Tomuro memasuki beranda.
"Hn. Batalkan" jawab Yoshiki datar.
"H-HAA?"
Yoshiki terdiam menatap hamparan hijau di depannya.
"Apa maksudmu hey? Aku sudah susah payah memaksa kedatangan kepala pemerintah RCC, Uni Soviet, dan Amerika Serikat!"
"hn. tinggal paksa mereka sekali lagi kan?"
"Hah!? Dasar kau itu!"
Sabtu, 06 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar