Senin, 01 September 2014

Yami no Ai [Chapter 42]

Chap 42

Tanpa sadar Hana berjalan bersenandung riang menuju Yoshiki sambil memandangi kartu nama Ryuu.
"Hn. Kau senang? Mendapat alamat emailnya?" Yoshiki menatap Hana hampa. Bagian dadanya terasa sakit. Namun ia menahannya.
Wajah Hana semakin memerah dipergoki seperti itu. "Ah! I-ie!!" Hana menggeleng-geleng keras.
"Hn..." Yoshiki kembali menekuni buku agendanya. Berusaha menahan rasa nyeri di dadanya.

Dan hari itu berlalu seperti biasa. Keesokan harinya Yoshiki kembali menekuni pekerjaannya.
Hana terbangun tanpa Yoshiki disampingnya. Padahal kemarin malam juga Hana tidur duluan. Karena Yoshiki sendiri masih sibuk dengan kertas-kertas di tangannya.
Pukul 8:00
Hana teringat sesuatu yg menyenangkan. Di ambilnya ponselnya dan diteleponnya Ryuu-senpai.
"Ah, moshi-moshi" sahut Ryuu.
"m-moshi... m-moshi" Hana gugup.
"Hana-kun kah?"
"A-ah... H-ha'i... Watashi d-desu"
"sou ka sou ka"
"anoo apa hari ini aku mengganggu?"
"ah tidak sama sekali. Aku senggang kok. Hari ini aku mau latihan badminton lagi"
"kalau begitu aku cucikan hari ini ya baju yg kemarin?"
"boleh... Maaf ya merepotkan"
"d-daijobu s-senpai. Ini salahku. Jaa aku ke rumah senpai sekarang."
"baiklah. Jaa" telepon ditutup.
"loh? Tau dari mana Hana alamat rumahku?" pikir Ryuu.
"Permisi" Hana mengetuk pintu apartemen Ryuu.
"ah Hana. Ayo masuk"
"eh... B-baik" Hana masuk dengan dengan malu-malu.
"ngomong-nomong kau tahu alamat rumahku dari mana?"
DEG.
"A-ah e-etto ada di kartu nama senpai" Hana menjawab asal.
"ooh itu"
'fyuh' Hana menghelah nafas lega. ITU BOHONG BESAR! HANA TIDAK TAHU DI KARTU NAMA RYUU ADA ALAMATNYA ATAU TIDAK! karena sebenarnya Hana sudah tau lama lokasi rumah Ryuu berkat Naruko.

"maaf ya merepotkanmu" Ryuu kembali tidak enak terhadap Hana yg sudah mulai memberi sabun kepada kemeja merahnya.
"Senpai! Sudah kubilang ini salahku!" Hana bersikeras.
" ... ."
" ... ."
keheningan lama.
"ah ngomong-ngomong kau pacaran dengan siswa baru itu ya?"
"ehm... Ya begitulah"
"Dia terkenal sekali di sekolah. Selain wajahnya yg memang sangat tampan. Dia juga cerdas loh! Katanya dia bisa kalau diikutkan kelas akselerasi langsung kelas 3! Tapi dia ngotot masuk kelas sainsmu. Oh ya, IQnya juga mencapai 600 -an katanya"
'WHAT!? 600 ?!' Teriak Hana dalam hati. 'aku saja 112 .'
"Kau beruntung sekali Hana-kun. Dia banyak di sukai cewek dari segala kelas loh. Bahkan ada Fans Clubnya"
"Fans Club?"
"yah aku sendiri juga baru tahu. Akari-chan masuk FC itu soalnya"
"Akari-senpai yg dari kelas senpai?"
"yap. Dia mengaku sangat menyukai Kuroto Yoshiki itu. Dia suka berkhayal menjadi istri anak itu"
'Istri?' Hana sweatdrop membayangkannya.
"ah tapi dia tampan dan pintar sih..."
"Tapi masih lebih tampan dan pintar senpai kok!" teriak Hana keceplosan.
"eh?"
"ah ii-ie..."
"katanya Kizu... Kau menyukaiku?"
DEG. Hana yg tengah memeras baju Ryuu terdiam.
"benar?"
Hana mengangguk perlahan. Lalu melanjutkan kegiatannya menggantung baju Ryuu.
"warui Hana-kun, tapi aku lebih menganggapmu sebagai adik"

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.