Minggu, 31 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 41]

Chap 41

Yui dan Ida-kun. Shiro dan Tomoaki-senpai.
"Loh? Maki mana?" tanya Hana.
"Maki harus kontrol hari ini. Kata kakanya yang overprotective itu" ucap Yui.
"Bukannya sifat overprotective itu tandanya orang itu benar-benar sayang kepada kita?" tanya Hana.
Yoshiki yang mendengar itu cukup tertegun.
"Tapi itu membosankan." Yui masih mempertahankan pendapatnya.
"Wah! Kuroto-san!" Shiro menunjuk pada Yoshiki yang tengah terdiam.
"Kau membawanya?" Yui memiringkan kepalanya.
"Hn. Kau fikir aku barang?" ucap Yoshiki dingin. Hana sweatdrop mendengarnya.
"Ah gomen Yui-chan, mulut Yoshiki-kun memang tajam"
"Baiklah! Ayo kita lari pagi ke arah taman kota! Ada festival es krim loh!" seru Shiro membuyarkan suasana.
"Yahooo! Es krim!" Shiro segera melesat hilang.
"Ah Shiro-chan! Matte!" Tomoaki-senpai nampak berusaha mengejar Shiro. Memang Shiro sangat hyperactive ketimbang Hana.
Yui dan Ida segera menyusul.
Diikuti Hana dan Yoshiki.
"hn? Email?" Yoshiki menatap Hana yg tengah sibuk mengetik email.
"untuk Maki" jawab Hana.

Sesampainya di taman kota Hana hanya bisa sweatdrop melihat Shiro sudah membawa banyak sekali es krim di tangannya. Di belakangnya terlihat Tomoaki-senpai yg tengah kebingungan melihat tingkah Shiro.
"aku juga ah" Hana segera berlari ke arah sebuah stand es krim.
Yoshiki yg ditinggal oleh Hana akhirnya hanya duduk di bangku taman dan membuka buku agendanya yg kecil.
Mata onix Yoshiki menatap Yui dan Ida tengah saling suap es krim. " ... ."
Kali ini onix Yoshiki beralih kepada Hana yg tengah membawa sebuah es krim crep yang sangat besar.
Karena terlalu sibuk mengagumi krepnya yg besar, Hana menabrak seorang pria. Duk.
"ah gomen" Hana menunduk sebentar. Krepnya sedikit tercolek. Jangan-jangan--
Hana mengangkat wajahnya untuk mengetahui kebenaran. Dan--
DEG. Seketika wajah Hana memerah luar biasa. Jantungnya berpacu sangat cepat.
"S-senpai..." ternyata yg Hana tabrak adalah Ryuu-senpai.
"Loh? Hana-kun?"
"Ah! Gomen senpai! A-akan k-ku c-cuci kan!!" Hana berojigi berkali-kali.
"Ah iie... Iie ini noda kecil"
"T-tapi i-ini s-salahku!" Hana bersikeras.
"..." Yoshiki hanya menatap sendu namun tetap datar Hana. Dia lelah. Beban pekerjaan sudah membuatnya lelah. Hari ini ia ingin bermesraan dengan Hana kalau bisa. Namun ia malah melihat wanita yg dicintainya sedang salah tingkah karena bertemu kakak kelas yg 'pernah' disukainya. Ya, setidaknya anggapan Yoshiki masih 'pernah' ia tak tau apakah 'pernah' atau 'masih'.
"Kalau kau memaksa baiklah. Besok menjelang libur berturut-turut kan? Kau bisa datang kapan saja. Tapi hubungi aku dulu ya" akhirnya Ryuu kalah.
"H-hontou!? Tapi aku tidak punya alamat email senpai"
"Ini" Ryuu menyerahkan kartu namanya.
"Senpai punya kartu nama?"
"Ah itu buatan teman. Iseng saja kok. Sudah ya! Yang lain sudah menungguku!"
"senpai sama siapa saja?"
"seluruh kelas. Kami refresing di gazebo sana" Ryuu berlari sambil menunjuk.
Sungguh. Hana bahagia bukan main! Dia dapat alamat email Ryuu-senpai yg pernah disukainya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.