Chap 21
"Tapi aku tidak peduli. Aku mencintaimu... Aku ingin selalu bersamamu..." racau Hana tanpa henti.
Yoshiki tersenyum tipis mengetahui perasaan Hana yang sesungguhnya. Sedikit bersyukur akan keadaan mabuk Hana, dengan begini Yoshiki bisa leluasa mengentahui semua hal yang dipendam Hana. Tentu saja dalam keadaan mabuk alias tidak sadar.
"Hn"
"Makanya baka! Jangan dekat-dekat wanita lain!" teriak Hana tiba-tiba.
"Kau sudah mengatakan kan tadi kalau kau hanya milikku!" tiba-tiba Hana mencium bibir Yoshiki.
Dalam keadaan gaun pakaian yang semakin berantakan dan tidak nyaman.
Yoshiki segera menyudahi ciuman yang semakin "memanas" itu.
"Misaki" Yoshiki memanggil pelayannya.
"Yes My Lord?" pelayan itu ternyata telah sampai di depan pintu kamarnya dan mengetuk.
"Lepaska gaunnya" perintah Yoshiki.
"Yes, My Lord" pelayan itu melepaskan satu persatu bagian dari gaun Hana. Sedikit kewalahan memang, mengingat tingkah Hana seperti itu. Ditambah, dia mabuk sekrang.
Yoshiki juga melepaskan 'seragam'nya itu. Sehingga tinggal kemeja hitamnya. Dibukanya 2 kancing teratas kemejanya karena gerah.
"Done. My Lord" Misaki langsung meninggalkan tempatnya.
"Hn" kini pandangan Yoshiki teralihkan kearah Hana yang hanya tertutup selembar selimut tebal.
Belahan dada 'pettan'nya sedikit terlihat.
'Gluk' Yoshiki menelan ludah melihat pemandangan intens didepannya.
"Shit!" rutuk Yoshiki dalam hati. Tangannya mengepal menahan gejolak hormon di tubuhnya. Miliknya yang dibawah saja rasanya sudah mengeras.
"Tidak. Aku tidak akan melakukannya sebelum dia menginginkannya" ucap Yoshiki pada dirinya sendiri.
"Yoshiki-chan~" tiba-tiba Hana menggerang di tempatnya dengan menarik-narik selimutnya seperti orang err-- terangsang-- mungkin.
"Hn. Astaga, dia tidak pernah merasakan alkohol kah? Lama sekali mabuknya" rutuk Yoshiki.
"Ooh!" mata Saphire Hana menangkap sesuatu yang menyembul di celana 'suaminya'.
Dengan cekatan Hana menarik tangan Yoshiki dan membuat Yoshiki berada di atasnya sekarang.
"Hn? Apa?" tanya Yoshiki berusaha menahan dirinya.
"Umm.. Yoshiki-chan jahat~" Hana merajuk dan menggembungkan pipinya. "Apa karena dadaku kecil kau tak mau menyentuhku?" ucap Hana sambil meremas kedua dadanya.
Oke. Yoshiki sudah kalah oleh akal sehatnya sekarang.
"My Lady" Yoshiki mulai mengecup perlahan bibir ranum Hana. Dalam pengaruh alkohol, tentu saja akal sehat Hana juga menghilang dan segera membalas ciuman Yoshiki.
Kecupan demi kecupan kedua bibir itu menimbulkan sebuah sensasi aneh diruangan itu.
Tangan Yoshiki tak hanya diam begitu saja.
Mulai dirabanya dada Hana dengan tangan kanannya.
"nghh~" Hana hanya menlenguh perlahan.
Kecupan Yoshiki berpindah pada leher tan jenjang Hana.
"kau milikku" guman Yoshiki sambil menciptakan sebuah tanda memerah dileher Hana.
"mhh" sekali lagi Hana mengeluh dan sedikit menarik rambut jaged Yoshiki.
"Hn" Yoshiki tersenyum tipis. Didekatkannya lagi wajahnya ke arah wajah Hana.
"Sudah terangsang. Eh?" goda Yoshiki.
Rabu, 13 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar