Rabu, 13 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 19]

Chap 19

"A-aku berjanji" jawab Hana menunduk malu.
"My Lord, Yoshiki Kuroto-sama. Berjanji dalam suka maupun duka tetap mencintai Hana Kuroto-sana?"
"Tidak"
semua terdiam. Termasuk Hana. Apa maksudnya ini?
"Aku tidak berjanji hanya dalam suka maupun duka saja. Aku sepenuhnya adalah miliknya sekarang. Maka akan kuberikan hidupku untuk mencintainya" ucap Yoshiki.
Semua terdiam.
Blush. Wajah Hana semakin memerah saja.
"Baiklah, kalian diperkenankan untuk berciuman"
Yoshiki mendekatkan wajahnya kepada wajah Hana yang sudah tidak bisa diangkat saking malunya.
"My Lady..." goda Yoshiki.
Akhirnya Hana pun menaikan wajahnya untuk menatap Yoshiki.
"Aku... Mencintaimu..." dan 'chu' Yoshiki mencium Hana.
Prok... Prok... Prok... Tepuk tangan menyambut hal itu.

Upacara pernikahan yang sesungguhnya telah selesai. Kini tugas 'pasangan baru' itu hanya menemani para tamu undangan.
"Hn. Sekarang kau resmi menjadi milikku" goda Yoshiki.
Wajah Hana kembali memerah dan panas.
"Berhenti menggodaku" Hana memukul tangan Yoshiki dengan kepalan pelan.
"Oh ya. Ngomong-ngomong, kau benar-benar cantik"
"He?" Hana terperangah dengan tutur Yoshiki barusan.
"H-hounto k-kah?" tanya Hana.
"Hn. Aku pikir seseorang menggantikanmu. Tapi setelah mengetahui-- beberapa hal, aku tahu itu kau"
"Hal?" tanya Hana.
'Karena milikku yang dibawah seketika menjadi sedikit tidak tenang. Dan jantungku sedikit berdegub' Ucap Yoshiki dalam hati.
"Kau berjalan terlalu cepat. Itu kebiasaanmu" ucap Yoshiki datar.
"Si-si-al!" tiga siku sudah muncul di kepala dan kepalan tangan Hana.
"Yoshiki?" sebuah suara menginterupsi candaan sang 'pasangan baru'.
"Arashi Tomuro" Yoshiki menyebutkan nama pria yang memanggilnya.
'siapa pria ini? Nampaknya ia dekat sekali dengan Yoshiki-kun. Sudara? Tidak. Marganya berbeda' selidik Hana.
"Kemarilah. Aku mau bicara" ucap pria berambut merah itu dengan senyumnya.
"Senyummu menjijikkan" ucap Yoshiki dingin lalu mengikutinya.
"Seperti biasa kau dingin juga Kuro-chan" ledek Arashi.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" ucap Yoshiki to the point.
"Hng... Aku hanya ingin memberimu selamat telah mendapatkan gadis itu"
"Hn"
"Jadi, kapan kau 'melakukannya'?"
"Entahlah. Aku tidak ingin merusak hidupnya demi kepentinganku"
"Masa depan? Bukannya masa depannya bersamamu"
"Hn. Tapi dia punya mimpi. Aku tak ingin mengacaukannya"
"Hee... Kau kan hanya perlu mengambil 'virgin'nya saja"
seketika itu Onix Yoshiki menatap tajam Arashi seolah tatapan membunuh.
"Itu bukan hanya. Aku tidak akan melakukannya sebelum dia menyetujuinya"
"Hee... Sejak kapan My Lord yang kita puja-puja Out Of Character seperti ini?"
"Hn"

Hana yang ditinggal Yoshiki mulai bosan dan kebingungan. Ia berjalan menyusri meja hidang. Sederet makanan desert manis berjejer menunggu dilahap.
Air liur Hana hampir menetes akibat hasrat murni perutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.