Minggu, 17 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 27]

Chap 27

"Anggur" Tatsuki ikut-ikut.
Hana menyadari bahwa salah seorang 'anak'nya belum menyebutkan rasa es krim yang dinginkannya.
"Yomiyama-kun? Tidak mau?" tanya Hana berjongkok untuk menyamakan tingginya denga bocah lelaki berumur 4 tahun itu.
"Va-vanilla" ucap Masaru akhirnya.
"hee... Akhirnya Masaru-chan mau membuka hatinya selain kepada bola" ejek Tatsuki yang tengah menjilati es krimnya.
"Ini," Hana memberikan pesanan Masaru.
"A-arigato... Panggil aku Masaru saja" jawab Masaru sambil menunduk malu.
"Wakatta... Ma-sa-ru-kun" ucap Hana sambil tersenyum.
"Hehe" Tatsuki dan Ringo tertawa.
"Tatsuki-chaaan~" tiba-tiba sebuah suara membuat bocah berambut cokelat itu berlari dan menghambur seorang wanita paruh baya.
"Kau bawa es krim?" ucap sang ibu bingung.
"nii-chan yang belikan" jawab Tatsuki sambil menunjuk Hana.
Sementara Hana hanya sweatdrop dan melambai kepada ibu Tatsuki.
"waah, kau menjaga mereka ya. Terimakasih" sebuah suara wanita paruh baya lain muncul.
Ternyata itu ibu Masaru.
"Uhm... Iya..."
"terima kasih ya" ucap ibu Masaru dengan tersenyum.
"Arigato ne... Hana-niichan" senyum Masaru.
"Hmm dia seperti... Yoshiki kecil..." pikir Hana.
"Oh ya! Yoshiki!" Hana langsung berbalik arah mengingat ia telah "mengacangi" suaminya.
Saat itu juga terlihat Yoshiki sedang membaca sebuah buku. Tapi... Di sampingnya ada wanita tak dikenalnya.
Cemburu? Bisa jadi Hana cemburu. Lihat saja, Hana langsung berjalan mendekati mereka dan duduk diantara mereka.
"Hei! Apa maksudmu duduk di sini?" teriak sang wanita tidak terima.
"..." Yoshiki tersenyum samar lalu kembali fokus pada bukunya.
"Aku duduk" jawab Hana tidak jelas.
"Kau bisa duduk di lain tempat!" sergah sang wanita.
Refleks Hana bergeser ke arah Yoshiki yang tengah fokus. "Aku ingin duduk di sini!" jawab Hana ketus.
Melihat Hana semakin mendekati Yoshiki, si wanita berpikir bahwa Hana juga tertarik dengan Yoshiki.
"Dasar wanita jalang! Pergi kau! Menggaggu kedekatan kami saja!!" teriak sang wanita.
"He?" Hana cengo.
"Yoshiki-kun? Apa maksudnya kedekatan?" tanya Hana pada Yoshiki.
"Hn" jawab Yoshiki tidak jelas.
"Jangan hanya 'Hn' BAKA! KONOYARO! Yang jelas!" Hana menarik-narik tangan Yoshiki.
"Eh? Kalian saling kenal?" tanya sang wanita bingung.
GREP
tiba-tiba Yoshiki memeluk Hana dari samping. Wajah Hana refleks memerah.
"She's my wife... Dia istriku" ucap Yoshiki lalu mengecup ringan jidat lebar Hana.

"Baka! Dasar bebek! Main cium saja!" ucap Hana dengan menggembungkan pipinya sambil mengencangkan sabuk pengamanannya.
"Hn. Selanjutnya mau kemana?"
"Ke hatimu bagaimana?" goda Hana.
"Hn" Yoshiki merogoh sakunya sebentar. Lalu mengeluarkan kotak merah dari sakunya. Dibukanya kotak itu hingga nampak cincin emas polos yang berkilau.
Yoshiki mengambil cincin itu lalu menarahkannya kepada jari manis sebelah kanan Hana.Di dalam mata saphire Hana yang senada dengan langit terpantul cicin itu bertengger manis di jari manisnya.
"Ki-kirei..." ucap Hana terpesona.
"Hn" Yoshiki segera menjalankan mobilnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.