Chap 31
'Tidak! Dia hanya milikku! Tidak akan kubiarkan orang lain menyentuhnya! Apalagi memilikinya! Hana hanya milikku!' batin Yoshiki emosi.
Tauhkah kau Hana Kuroto? Hati pria di depanmu sudah benar-benar kau hancurkan berkeping-keping.
"Apa maksudnya ini?" tanya Yoshiki tidak sabaran sambil menyengkarm kerah baju seragam milik Ayato.
"Bukannya sudah ku katakan tadi," Ayato menutup matanya.
"Hana pacarku sekarang. Dia harus putus darimu. Karena dia milikku sekarang," Ayato membuka matanya dan menatap sinis pada Yoshiki. Oh Ayato, andai kau tahu siapa yang kau hadapi sekarang.
" ... ." Yoshiki melepaskan cengkaramannya. Lalu mundur dan tertawa hambar.
"Kalau begitu, aku tinggal membunuhmu untuk menjadikannya milikku lagi kan?" ucap Yoshiki dengan senyum psikonya.
"Yamete kudasai!" ucap Hana menengahi.
"Gomen Yoshiki-kun." Hana segera menarik Ayato pergi dari tempat itu.
Sudah lebih dari 4 jam Yoshiki mengurung diri di ruang kerjanya. Jam sudah menunjuk pukul 7 malam.
Hidupnya kembali berantakan. Tidak ada yang spesial. Hanya itu-itu saja. Membosankan.
Berjuta pertanyaan masih menggelayuti pikirannya. Ya, itu semua karena Hana Kuroto. Wanita yang menyandang nama keluarganya.
Yoshiki tak habis pikir akan apa yang ada di pikiran Hana. Kenapa? Kenapa semuda itu? Dia pikir ini cuma permainan?
Yoshiki telah berpesan, hari ini dia akan sepenuhnya di ruang kerjanya. Ia tak ingin keluar. Ia juga berpesan kepada penjaga gerbang, siapapun yang keluar masuk mansion harus dilaporkan padanya melalui interphone.
"zzzzt...zzt... My Lord? My Lady data...zzzt...ng" sebuah speaker yang berada di dekat Yoshiki berbunyi gemersik.
Deg! Apa yang harus dilakukannya sekarang? Apa yang Hana lakukan disini? Menghancurkannya lebih lagi?
"Tunggu. Aku ke sana."
"Untuk apa kau kemari?" tanya Yoshiki dingin dari sisi dalam mansion--gerbang masih belum dibuka.
"S-saa... Aku sudah diusir dari sini?" tanya Hana menunduk.
" ... ." Yoshiki tidak menjawab.
"A-aku cuma ingin mengambil beberapa barangku," ucap Hana.
Mata Onix Yoshiki menatap dibelakang Hana terdapat sebuah motor berwarna hijau dan dikendarai oleh si sialan itu!
" ... ." lama Yoshiki tidak menjawab, akhirnya "Baiklah"
Saat ini Hana tengah sibuk memasukan semua barangnya ke dalam kopor minimalis yang ia pinjam dari Ayato.
Ekor mata Yoshiki hanya bisa menatap semua gerak-gerik Hana.
Tiba-tiba tangan Hana ditarik oleh Yoshiki, menjatuhkannya ke ranjang, membuat posisi Hana dibawah Yoshiki.
"Apa maksudmu? Putus? Lalu untuk apa pernikahan itu!? Kau menertawakanku hah?" tanya Yoshiki meledak-ledak.
"e-etto..." Hana menjawab kikuk.
"Jadi begitukah perasaanmu padaku?" tanya Yoshiki sinis.
"..." Hana tak menjawab.
Tiba-tiba tangan Yoshiki menyusup ke dalam kaos putih Hana.
Tangannya menyentuh salah satu puncak payudara Hana.
"Akhh!" Hana tersentak kaget.
"Yo-yoshiki-k-kun..." Hana menggeliat menahan sensasi itu.
Bibir Yoshiki melengkung membentuk sebuah seringai.
Kamis, 21 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar