Senin, 25 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 35]

Chap 35

'GLUP' Hana meneguk habis sperma Yoshiki.
"Hn." tanpa pikir panjang Yoshiki segera mencumbu bibir Hana tanpa henti.
"mhh mhh" kedua mulut mereka saling beradu. Tangan Yoshiki tidaklah diam, setelah perlahan melepas kancing dari kemeja kebesaran Hana, Yoshiki segera menarik bra Hana dan hebatnya bra itu langsung lepas.
Seketika itu wajah Hana memerah tomat. Yoshiki terus memperdalam ciumannya tanpa peduli. Setelah tangannya puas menari-nari di payudara kanan dan kiri Hana tangan Yoshiki bergelirya di daerah selangkangan Hana.
Basah. Yoshiki tersenyum menyadarinya. Dengan sekali sentuh cd Hana sudah menghilang. Semakin panas rasanya wajah Hana.
"Hn. Kau basah," Goda Yoshiki menyudahi lumatannya.
"u-urusai" jawab Hana dengan memalingkan wajahnya.
"Hn. Kau tau? Aku juga ingin menandaimu. Di dalam."
Paham akan maksud Yoshik, wajah Hana semakin memerah.
"Hn. Akan kumasukkan" senyum Yoshiki sambil mempersiapkan milikknya untuk memasuki milik Hana.
Tanpa sadar Hana melebarkan pahanya agar memudahkan proses penetrasi.
Begitu mulut vaginanya merasakan tersentuh penis Yoshiki wajah Hana nampak seperti kepiting rebus.
Satu sentakan saja. Penis Yoshiki berhasil masuk dan menyentuh dinding rahim Hana.
"mhhh" Hana melenguh kenikmatan.
"Hn. Ternyata kau merindukan penisku."
Tanpa lama-lama segera di genjotnya tubuh Hana ke atas dan kebawah. Sungguh nikmat.
Sampai akhirnya...
"M-My L-lady... A-aku..." CROOT Sperma Yoshiki tumpah di dalam rahim Hana.
"nghhh" Hana semakin melenguh. 'Sperma Yoshiki tumpah di dalam rahimku. Kimochi.'
Yoshiki menarik penisnya dari milik Hana, dan saat itu menyembul banyak sekali sperma Yoshiki.
"hh hhh hhhh" Yoshiki sibuk menata nafas dan detak jantungnya. Jujur saja, ini benar-benar nikmat.
"Hn. Dengan begini aku sudah menandaimu keseluruhan" ucap Yoshiki tersenyum menatap hasil kerjanya.
Hana berusaha berdiri dan memeluk Yoshiki.
"Tanpa kau tandaipun, aku sepenuhnya milikmu," dan chu, Hana mengecup bibir Yoshiki ringan dengan wajah memerah.

Setelah kembali memasang setelan jas hitamnya, Yoshiki segera keluar kamar. Namun dicegah oleh Hana.
"Mate Yoshiki-kun."
"Hn?"
"Dasimu," Hana membenarkan letak dasi hitam Yoshiki.
"Hn" jujur Yoshiki sangatlah senang melihat perhatian Hana. "Semangat ya Yoshiki-kun!"
"Hn" lagi-lagi Yoshiki mengecup Hana kali ini dikeningnya.

"Bagaimana My Lord?" Hazel membuka pembicaraan dengan Yoshiki begitu menuju ruang rapat.
"Hn. Cukup percayakan padaku."
Yoshiki membuka ruang rapat mereka yg berada di sebuah hotel mewah bintang 5. Nampaklah para pejabat tinggi yang tengah bercumbu dengan psk mereka.
"Hn" hal yang biasa bagi Yoshiki. Ia segera menuju kursi utama karena dialah pemimpin rapat ini.
"Baik-baik. Saatnya serius. Karena My Lord telah siap," Tomuro segera menyiapkan presentasi dengan LCD proyektor. Semua yg sibuk bercumbu mulai membenahi diri. Dan semua psk itu keluar ruangan. Menunggu di ruang yg ditentukan.
"Silahkan, My Lord." Hazel memberikan beberapa berkas.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.