Chap 38
"Akhh mou~" Maki menjambak rambutnya frustasi.
"Ehm sebentar" Yui menangkat panggilan di teleponnya. "Moshi-moshi Ida-kun?"
"Ah iie... Aku akan jalan-jalan dengan teman-teman tidak usah repot-repot menjemputku"
"ah arigatou"
dan telepon ditutup.
"Enaknya yang ditelepon pacarnya" Maki menggembungkan pipinya.
"NE COTTO SHIRO! APA YANG KAU LAKUKAN DARI TADI!? BERKIRIM EMAIL? HAH?" Maki merebut ponsel Shiro.
"Tomoaki-senpai!? Senpai yang sering menjaga UKS itu ya?"
"Iya. Kakaknya perawat disana soalnya"
"Hoo jadi Kyoko-san itu kakaknya Tomoaki-senpai? Kenapa kalian akrab sekali?"
"Kami pacaran"
"....... APA!? SEJAK KAPAN!?" Maki kembali heboh.
"Loh, sudah hampir 2 bulan" Yui menatap Maki sweatdrop.
"benar juga. Waktu Tomoaki-senpai 'nembak' Shiro kau sedang masuk rumah sakit Maki" jawab Hana tak kalah sweatdrop.
"JADI... CUMA AKU YANG JONES DISINI!?" Maki semakin frustasi.
"Tidak kok Maki-chan. Walaupun Hana-kun dan Kuroto-san pacaran, mereka tidak terlalu romantis" entahlah bisa dibilang ucapan Yui ini seperti ejekan. Namun ini upaya untuk menenangkan Maki.
"BENAR! Buktinya kalian tidak saling berkomunikasi dari tadi!"
"Yoshiki-kun sedang sibuk" ucap Hana.
"Sesibuk apapun kalau pacarnya yang telepon pasti diangkat!" Maki terus memanasi.
'masalahnya sibuk yang kaufikir sangatlah berbeda dengan sibuk yg sebenarnya' Hana sweatdrop.
"Ayo cepat telepon!"
"Telepon~ Telepon~" Shiro ikut-ikutan.
"Yamete yo!" akhirnya Hana mengelurakan ponselnya dan mulai menelepon Yoshiki. 'Aku pasti dimarahi' Hana sudah bersiap-siap untuk tearsdropnya.
"Moshi-moshi?" tak di duga. Telepon itu diangkat oleh Yoshiki.
"Ah m-moshi-m-moshi" Hana sangat gugup.
"Hn. Nani?"
"Ah eto apa aku mengganggumu? Teman-temanku--"
"Tidak aku sedang istirahat sebentar"
"Huft. Gomen Yoshiki-kun kau bisa melanjutk--"
"Tidak. Aku memang merindukanmu"
dan saat itu juga Yui, Maki, dan Shiro mengalami shock berat.
"A-akh..." wajah Hana memerah seketika.
"APAAN SIH!? AKU MALU TAHU!!" Hana meneriaki Yoshiki dengan keras, membuat seluruh penghuni restoran kue yg mereka singgahi terganggu.
"Hn. Tapi aku sungguh-sungguh merindukan--"
"Coto! Kuroto-san jika kau memang merindukan Hana kenapa tidak sedari tadi menelepon? DASAR TSUNDERE!" ucap Shiro ceplas-ceplos.
"Hn. Kau siapa?"
"Eh etto itu tadi Ayaki Shiro dari kelas 1-2. Aku pergi bersamanya, Maki, dan Umei Yui dari kelas 1-1. Gomen tidak memberitahumu"
"Hn. Daijobu. Mau kujemput nanti pulang?"
"A-AAAH! Tidak usah! Kau pasti sibuk sekali"
"Hn. Untukmu apapun kulakukan"
dari Yui sampai Shiro segera muntah-muntah alay.
"Sudahlah. Jaa nee" akhirnya Hana menutup telepon itu sambil menahan malu.
"SUDAH PUAS!?" Giliran Hana memarahi ketiga sahabatnya itu.
"Tak kusangka dia seromatis itu walaupun agak tsundere," Yui tertawa hambar.
"SIAAAAALLL!! AKU HARUS MENDAPATKAN KIZU-SENPAI!!" Maki semakin terbakar semangat.
Yui dan Hana langsung sweatdrop. Sementara Shiro masih asyik dengan cake desertnya.
"Aku sampai duluan, hahaha" tawa Hana sambil bersorak.
Kamis, 28 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar