Chap 28
"Masih jam 10 siang. Kau mau kemana lagi?" tanya Yoshiki sambil tetap fokus pada kegiatan menyetirnya.
"...." tidak terdengar jawaban dari Hana.
Cukup lama, sampai akhirnya Yoshiki menolehkan kepalanya sebentar dan mendapati Hana tengah mengetik sesuatu--yang ternyata sms--di hpnya sambil tersenyum aneh.
"Hn" Yoshiki kembali fokus kepada jalanan. Entah apa yang ada dipikirannya. Tapi raut wajahnya nampak tidak tenang.
Sudah seharian penuh mereka 'berkeliling' kota. Jam menunjukan pukul 6 sore saat mobil Yoshiki memasuki garasi 'manor'nya.
"Aku lelah~ hah~" ucap Hana setelah turun dari mobil mewah itu.
"Demo... Arigato ne... Yoshiki-kun" Hana bergelayut manja pada tangan Yoshiki.
"Steak dadu yang kumakan tadi e--"
"Kuroto-sama!?" ucapan Hana tiba-tiba dipotong oleh seorang wanita yang berlari menghampiri mereka.
"Hn. Hazel?" respon Yoshiki.
"My Lord. Direksi dari ASEAN sudah menunggu anda" ucap wanita cantik berambut coklat ikal itu.
"Hn. Tidak--"
"Daijobu Yoshiki-kun" potong Hana merasa tidak enak mengganggu pekerjaan Yoshiki.
'Ck!' decak Hazel pelan.
"Hn. Kalau begitu aku berganti pakaian dulu," Yoshiki segera pergi meninggalkan Hana yang juga sudah menghilang entah kemana.
Pukul 11 malam. Yoshiki membuka daun pintu kamarnya--dan kamarnya Hana. Mata onixnya masih berkutat pada jepretan kertas ditangannya. Dilonggarkannya dasi yang mengelilingi lehernya. Sedikit helaan nafas lelah terdengar.
Suasana gelap dikamar tidak membuatnya buta terhadap sosok Hana yang tengah tertidur pulas diranjang.
Sekelebatan ingatan kecil mengenai malam kemarin membuat Yoshiki sedikit salah tingkah.
Dilemparkannya berkas ditangannya di laci dekat ranjang mereka. Namun dihentikannya aksi tersebut melihat handphone Hana menyala.
Ada SMS masuk.
Kembali bayangan Hana saat di mobil menghantui Yoshiki. Ya, sebenarnya apa yang ada di hpnya?
Dengan tenang di ambilnya hp Hana. Sementara pemiliknya masih bermain di alam mimpinya.
Form: Maki
Aku jadi kasihan dengan Kuro-kun
merasa namanya disebut, Yoshiki segera membuka list percakapan Hana dan Maki.
Maki : Hana-kun? Tidak bekerja?
Me: Tidak. Sedang "Bulan Madu"
Maki : Kuroto-san?
Me : yup
Maki : Eh. Hari ini katanya kelasnya Kizu-senpai akan makan malam disini!
Me : hounto kah!!? Akh! Tidak bisa bertemu Ryuu-senpai!
Maki : Hoi... Hoi... Kuroto-san atau Ryuu-senpai?
Me: Ryuu-senpai ....
BRAKK!! Dan bersamaan dengan suara berdebam keras itu Hp Hana--satu-satunya--hancur berkeping-keping.
Saphire Hana mendadak terbuka lebar saat daun telinganya mendengar suara keras tidak wajar di dekatnya.
Melihat sosok Yoshiki, Hana menjadi sedikit tenang.
Perlahan, Hana bangkit dari posisi tidurnya.
"Yoshi--"
"Apa maksudmu?" potong Yoshiki.
"Hah? A--" Saphire Hana terbelalak menatap ponselnya hancur di lantai. "Ponselku!" teriak Hana.
Senyum kecut Yoshiki nampak diantara kegelapan kamar.
"Sou ka," Yoshiki mengacak rambutnya dengan tangan kanannya, dan tangan kirinya ia tenggerkan pada
Senin, 18 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar