Selasa, 26 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 36]

Chap 36

"Hn. Baik rapat.... " dan Yoshiki memulai pidato panjangnya.
Akhirnya setelah bicara selama setengah jam tanpa henti Yoshiki kembali duduk di kursinya dan melonggarkan sedikit dasinya.
"Kami memberikan sesi tanya jawab," Hazel menyiapkan sebuah catatan dan pulpen.
Seorang pria paruh bayah berperut buncit mengacungkan tangannya.
"Silahkan. Earl Govendy,"
Dan sampai akhirnya rapat itu mengambil sesi istirahat setelah kira-kira 2 jam lamanya.
Para psk itu kembali masuk dan mulai "melayani" tuan mereka.
Yoshiki yang melihat itu hanya mendecih pelan. "Tch. Pelacur."
"Wah wah, ini pertama kalinya kau melakukan pertemuan dan membawa perempuan. Kecuali Hazel tentunya"
"Hn. Diamlah Tomuro"
Yoshiki mengecek ponselnya. Dan muncul sebuah email yang sepertinya baru dikirim beberapa menit yang lalu. Yoshiki tersenyum tipis menyadari siapa yg baru saja mengiriminya email.

OPEN
From: Mine
Good Luck with your meeting...
My husband :p
maaf kalau email ini mengganggu .-.

"wah, wah email dari istri tercinta" goda Tomuro.
"Hn." Yoshiki mengantongi lagi hpnya.
"tidak dibalas?"
"Hn. Kau siapkan berkas selanjutnya" perintah Yoshiki.
"sudah kok. Ngomong-ngomong apa kau tidak iri dengan suasana disini? Para tamumu sibuk bercumbu. Kau sendiri?"
"Hn. Kau sungguh kaki tanganku yg terbaik. Iblis terkejam"
"hahaha gomen gomen"
"Hn. Aku adalah miliknya. Lagipula... Tubuh dan bibirnya lebih manis dari seluruh wanita di dunia ini"
"Haa? Hontou? Boleh kucoba?"
tiba-tiba mata azure Yoshiki muncul. "Hn. Aku tidak peduli kau siapa. Kau berani menyentuhnya kau mati" ucap Yoshiki sarkatis.
"Ternyata kau benar-benar mencintainya ya" Tomuro nyengir.
"Hn"

"Sugoii!! Itachi-kun kereeeen!" Hana menatap komik di depannya dengan bersemangat.
Tiba-tiba hp barunya bergetar. Menujukan panggilan masuk dari...
"Maki?" Hana mengangkat telepon tersebu. "Halo?"
"Hanaaa~ main yuk. Ini kan libur"
"um boleh... Dimana?"
"itu dipikirkan nanti. Aku jemput ya!"
"eh eh jangan aku di halte bus dekat toko pizza itu saja!" ucap Hana gelagapan. Tentu saja, ia sudah pindah dan tidak menempati rumah lamanya.
"ok. Kutunggu ya"
Dan telepon ditutup.

Hana segera mengenakan jaket levis hitam miliknya, menganakan sepatu bot berhak coklatnya dan segera berlari dengan tegesa-gesa keluar.
"My Lady?" seorang pria paruh bayah mengenakan setelan jas hitam rapi bertag name Kazuhiko Kagawa menyapa Hana.
"Eh-eh?"
"Anda mau kamana?"
"M-mau pergi dengan temanku"
"Saya akan mengantar anda," pria itu menunduk sopan.
"B-baiklah" Hana canggung.
"Ano.. Di Halte bus dekat toko Pizza La Uno"
"Hm? Tapi kenapa My Lady?"
"Temanku akan menjeputku disana"
"Teman?"
"Iya teman sekelasku. Sepertinya Yui dan Shiro juga akan ikut" guman Hana.
'perempuan juga. Aman' batin sang supir.
"mh kenapa? Kok Kazuhiko-san kepo amat"
"Ah maaf maaf mengganggu privasi anda My Lady. Saya hanya khawatir, karena My Lord akan sibuk sekali selama beberapa hari kedepan..."
"Ah tidak apa. Aku bisa jaga diri kok."

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.