Sabtu, 23 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 33]

Chap 33

"Tenangkan dirimu nona! Ini TKP! Bukan ajang memojokkan!" polisi paruh baya itu nampak frustasi.
"Kalian boleh pulang!"
Ya, pihak sekolah memutuskan memulangkan semua siswanya akibat insiden ini.

Entah kenapa hari ini Hana yang biasanya hyper lebih banyak diam. Berfikir mungkin.
'Mencurigakan. Luka sangat mencurigakan,' lama Hana berfikir sampai, 'benar juga. Sabuknya.'
Hana segera berlari secepat mungkin. Matanya awas berharap menemukan sosok gadis berambut coklat tua itu.
Ketemu! Dia sedang berada di gudang. Apa yang dilakukannya?
Hana mendekatkan perlahan. Nampaknya Luka tidak sendiri. Dia sedang bersama 2 siswa tahun ketiga yang nampaknya terkenal kenakalannya.
"Luka?" Hana mengangkat suaranya.
"Hei..." Luka menoleh kearah Hana "pelacur datang"
"Kau membunuh Shiro-senpai kan?" Hana melanjutkan analisisnya.
"Hoho. Analisis yang menajubkan! Sudah kuduga... Kau itu cerdas. Kau tahu? Aku jatuh cinta kepada Kuroto. Tapi kau malah pacaran dengannya! Oleh sebab itu aku aku memfitnahmu! Sekalian membunuh si sok pintar itu! Nah, Gakupo-senpai, Tobiro-senpai, i need your help," Luka mengerlingkan matanya. "bunuh jalang itu!!" bersamaan dengan teriakan itu dua senpai branalan itu menyerang Hana dengan pisau lipat. Sebisa mungkin Hana menghindari setiap sayatan.
TAK! tiba-tiba sebuah benda kecil melesat secepat kilat mengenai jidat seorang yang berambut keunguan.
"Ittai!" teriaknya.
"siapa disana!?" siswa yang berambut harajuku coklat berteriak.
"Tugas seorang suami adalah memastikan apakah istrinya berselingkuh atau tidak..." TAK! Dan pria berambut harajuku it ambruk setelah menerima tembakan peluru karet dari senapat berburu milik orang itu.
"Yo-yo-yoshiki!?" manik saphire Hana membulat sempurna begitu melihat sosok itu adalah suaminya.
"Ku-kuroto!?" Luka juga tak kalah kaget.
"Have a nice dream, bitch-chan" TAK! Peluru karet itu sukses membuat gadis bermata emerald itu pingsan.
"Bukannya kau ada pekerjaan!?" tanya Hana.
"Hn. Sudah selesai. Aku mencoba latihan tembak setelahnya. Tapi pikiranku tidak bisa fokus pada target tembakan dan malah memikirkanmu jadi, aku kemari."
"Hoo... Sambil membawa pistol mainan ini?" Hana memasang wajah konyolnya dan meraih pistol Yoshiki.

"Aku mungkin selama beberapa hari kedepan akan sibuk" ucap Yoshiki sambil tetap fokus pada kemudinya.
"Jadi kau akan meninggalkanku sendiri?"
"Hn. aku sudah menyediakan berbagai macam komik, anime, dan game favoritmu"
"baiklah!" jawab Hana berbinar.
"Hn." Yoshiki menghela nafas, "ternyata kau lebih mencintai benda-benda itu dari pada aku."
"Apa ada Tokyo Ghoul?" tanya Hana semangat.
"Hn"
"Mekaku City Actors?"
"Hn"
"Yey! Kalau Pandora Hearts?"
"Hn"
"J--"
"semua ada" potong Yoshiki kesal.
"Jangan selingkuh."
apa? Hana mengatakan jangan selingkuh barusan?
"Hn. Berikan aku 3 alasan suapaya aku tidak selingkuh." goda Yoshiki.
Hana terdiam. Ia tahu Yoshiki tengah menggodanya sekarang. Sungguh menyebalkan.
"Satu, mereka cantik-cantik. Dua, mereka menggoda. Tiga, mereka sex-- "

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.