Chap 29
"Kau memilih Ryuu," ucap Yoshiki kecut lalu berlalu.
Butuh waktu sedikit bagi Hana untuk mencerna ucapan Yoshiki. Sampai akhirnya matanya terbelalak menyadari sesuatu.
'Jangan-jangan Yoshiki membaca smsku dan Maki! INI SALAH PAHAM!' teriak Hana dalam hari lalu segera menuruni ranjang dan berlari sekencang mungkin mencari sosok Yoshiki.
Yoshiki terdiam menatap bulan seperempat saat ini. Rambut emonya hampir sepenuhnya menutupi matanya. Sehingga sulit mengetahui ekspresinya saat itu.
"Yo~ My Lord~" ucap seseorang berambut merah dengan belepotan darah di mulutnya.
"Tomuro," ucap Yoshiki.
"Ada apa? Tidak biasanya kau seperti ini?" tanya Tomuro sambil mengelap darah di sekitar mulutnya.
"Hana," jawab Yoshiki singkat.
"Oh istrimu. Kudengar kau langsung melakukannya kemarin?"
"Hn. Bukan soal itu,"
"Lalu?"
"Hn. Ternyata dia masih menyukai Ryuu." Yoshiki terdiam sebentar. Tak lama kemudian tangannya meremas dada bangian kanannya. "Disini, sakit."
Sebuah senyum mengembang muncul pada wajah pria bermata azure itu.
"Hn" Yoshiki menyadari perubahan eskpresi sahabatnya itu.
"Hoo~ My Lord kita benar-benar sudah jatuh cinta!!" ejek Tomuro.
"Hn"
'Darah.... Ah benar! Kenapa tidak kubunuh saja si sial Ryuu itu! Memotong tubuhnya kecil-kecil dan memberikan jantungnya sebagai hadiah untuk My Lady,' pikir Yoshiki dalam hati dengan wajah psikopatnya.
Tanpa pikir panjang, Yoshiki segera beranjak dari tempatnya. Namun segera saja Tomuro mencegahnya.
"Hn"
"Jangan membunuhnya," ucap Tomuro seolah ia tahu apa yang dipikirkan Yoshiki.
"Hn"
"Kau bisa membuat Hana sedih"
" ... ." Yoshiki tidak menjawab.
"...ki-kun... Yoshiki-kun..." terdengar sayup-sayup suara wanita memanggil Yoshiki berkali-kali bersamaan dengan suara derap kaki berlari."YOSHIKI-KUN!!" munculah Hana dengan hanya memakai kemeja putih kebesaran sehingga memperlihatkan sedikit celana dalam putihnya.
"hosh...hosh..." sejenak Hana mengatur nafasnya.
"Hn"
"Gomen!! Hountoni Gomennasai!! Apa ini karena smsku dengan Maki?" tebak Hana.
"Hn"
Wajah khawatir dan ketakutan di wajah Hana sejenak berubah menjadi bosan.
"Sudah kuduga."
"Hn" Yoshiki sedikit bingung tentang tingkah Hana.
"Pinjam Ponselmu. Ini benar-benar salah paham,"
Yoshiki memberikan ponsel canggihnya dan segeralah dimasukan SIM-CARD miliknya.
Segeralah dibuka list percakapan. Dan tampilannya benar-benar berbeda dengan ponsel jadul Hana.
"Baca!" ucap Hana dengan wajah memerah menunjukan percakapannya dengan Maki.
Maki : Hoi...Hoi... Ryuu-senpai atau Kuroto-san?
Me : Ryuu-senpai itu kakak kelas yang aku kagumi.
Sementara Yoshiki-kun adalah pria yang aku cintai. Suamiku. Tapi aku tidak bisa menghilangkan kebiasaan lamaku, yaitu heboh saat bertemu Ryuu-senpai.
Itu. Itu lah kebenarannya. Pada ponsel Hana kau harus menekan tombol 'Baca' untuk membaca selengkapnya.
Hana mencintainya. Itu hanya salah paham.
Sunyi. Tidak ada yang berbicara sampai akhirnya Tomuro memecah keheningan itu.
Selasa, 19 Agustus 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar