Sabtu, 30 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 40]

Chap 40

"Hn. Kita lanjutkan"

"My Lady?"
"Ehm?" Hana menyauti dari dalam pemandian.
"Pakaian anda sudah saya siapkan. Akan saya bersihkan pakaian anda yg bernoda"
"Ah... Arigato" sahut Hana.
Setelah menggosok dan membilas tubuhnya Hana segera melilitkan handuk dan menuju ruang ganti untuk berganti pakaian.
Hana memasuki kamarnya dan Yoshiki. Jam digital di meja tidurnya menunjukkan pukul 10 malam.
"Aku berendam terlalu lama" ucap Hana sweatdrop.
"Hahhh... Yoshiki belum kembali..." Hana merebahkan tubuhnya di ranjang king size mereka.
Ditatapnya ponselnya.
"Aku merindukannya" batin Hana bosan.

Sinar matahari mulai menerobos tirai-tirai di kamar Hana tertidur.
"unghh" Hana mulai meregangkan badannya.
"Gawaaat! Sudah jam segini" Hana segera mengganti bajunya dengan baju olah raga.
"Semoga mereka masih menungguku!" Hari ini Hana ada janji dengan 3 sahabatnya untuk melakukan olah raga pagi.
"Ohayo My Lady" sapa si sopir.
"Paman tolong! Aku sudah telat! Di tempat kemarin ya!" Hana segera memasuki mobil.

Hampir sampai di tempat tujuan segerombol polisi mendekati mereka.
"Maaf bisa anda keluar?" Hana langsung keluar menuruti kemauan polisi.
"Perlihatkan sidik jari anda"
"Sidik jari anda cocok dengan sidik jari yg terdapat pada senjata pembunuh. Anda kami tangkap."
"Hn" bersamaan dengan terdengarnya suara nan dingin itu, sebuah gelombang berwarna merah yang tak kasat mata terpancar ke seluruh makhluk hidup.
"Ah?" semua polisi saling bertatapan. Bingung.
"Hn. Sedang apa kalian disini?" Yoshiki Kurotake. Dengan setelan jas hitamnya yang 'cukup berantakan' berjalan mendekati para polisi yang tengah bertugas.
"Kami sedang menangkap pelaku pembunuhan kemarin My Lord"
"Hn. Kalau begitu kalian salah tangkap. Dia istriku" Yoshiki menarik tangan Hana.
Dan para polisi itu segera bertugas kembali mencari si 'pembunuh'.
"Yo-Yoshiki-k-kun?"
"Hn."
"Hn apanya!" Hana sweatdrop. "Kenapa kau disini?"
"Hn. Aku merindukanmu"
Wajah Hana memerah. Segera dijauhkannya tubuhnya dari Yoshiki.
"Hn. Doushite?"
"Ah. Tidak. Disini panas sekali ya hahaha" Hana mengibas-ibaskan tangannya berpura-pura kepanasan.
Yoshiki segera masuk porsche yang tadi digunakan Hana, setelah setengah menit akhirnya Yoshiki keluar dengan menggunakan pakaian olah raga.
"k-kau ganti?" tanya Hana.
"Hn. Menggunakan pakaian berjas sangat membosankan"
"Lalu bagaiamana dengan pekerjaanmu!?"
"Hn. Hampir selesai. Hari ini aku memutuskan mengambil break" Yoshiki meregangka badannya.
"Kembalilah" Yoshiki menyuruh sopir itu untuk kembali.
"Yes, My Lord" supir itu segera melajukan mobilnya.
"Hn. Jadi dimana teman-temanmu yg manis itu?" Yoshiki meregangkan tubuhnya.
"Ayo kita berjalan sedikit" Hana berlari meninggalkan Yoshiki.
"Hn" Yoshiki ikut berlari menyamai langkah Hana.
"Waah masih bisa menyamaiku rupanya" Hana berlari semakin kencang. Dan tentu saja Yoshiki bisa menyamai Hana. Mereka terus berlomba sampai mereka sampai di tempat perjanjian dan mereka ditatap sweatdrop oleh empat orang yg berada di tempat itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.