Rabu, 20 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 30]

Chap 30

"Ne, Hana-chan ini untukmu," Tomuro berlalu melewati Hana sambil memberikan sebuah tape recorder kecil.
Penasaran, Hana segera menekan tombok Play.
"Dia masih menyukai Ryuu,.... Disini sakit...." bunyi rekaman tersebut.
"Saa... Aku tak menyangka Yoshiki yang dingin mengatakan itu. Aku jadi ingin tertawa, khahahaha!!" tawa Tomuro lalu melompat dari beranda lantai 3 manor Yoshiki itu.
Hana menatap Yoshiki bingung.
Yoshiki terdiam. Lalu dengan cepat dilumatnya bibir Hana dan dikuncinya Hana diantara dirinya dan tembok.
"Uhmp" Hana semakin bingung.
"Hhh hhh" Yoshiki melepaskan panggutan bibir mereka. Sedikit jejak saliva terlihat.
"Kau hanya milikku. Kau hanya boleh menatapku. Kau hanya boleh mengaggumiku," racau Yoshiki.
Hana terperangah mendengar ucapan Yoshiki.
"Did you understand? My Lady?" Onix kelam Yoshiki menatap dalam Saphire Hana.
"Wa-wakatta" jawab Hana sambil menyembunyikan rona wajahnya.


'1 April,' Pikir Hana. Senyum di bibirnya muncul tanpa ia sadari.
"Hn. Ada apa?" tanya Yoshiki dingin.
"Ah-ah Iie... Nandemonai," jawab Hana gugup.
"Hn" Yoshiki masih penasara. Ia sama sekali tidak puas dengan jawaban konyol Hana. Seandainya Yoshiki bisa membaca dan menebak apa yang ada di dalam pikirannya seperti ia membaca pikiran orang lain, tapi nyatanya Yoshiki tidak bisa.
"Ck!" decak Yoshiki.
"A-YA-TO!" seru Hana tiba-tiba sambil melambaikan tangannya.
"Aku duluan ya Yoshiki-kun," ucap Hana sambil berlari menuju siswa berambut hitam ke hijauan itu.
"Ne, Ayato-kun bantu aku ya!" mohon Hana.
"Pokoknya Ice Cream cone vanillanya ada, aku siap kok" jawab siswa bermata emas itu.
"Oke!" ucap Hana sumringah.

"Dari mana saja kau?" tanya Yoshiki saat melihat Hana baru duduk tenang di bangku sebelahnya.
"Dari kelas Ayato-kun. Kau tidak melihatnya tadi?" tanya Hana balik.
"Ada perlu apa?" Tanya Yoshiki lagi.
"Um... Tidak ada hal khusus sih," jawab Hana polos.
"Ck!" Yoshiki mendecak lagi.
"Nee... Hari ini kita belajar Logaritma! Buka halaman 77!" ucap Nishi-sensei.

Bel pulang sudah berbunyi sejak 20 menit yang lalu. Yoshiki dengan gusar membuka pintu mobilnya. Ia tidak sabar menunggu Hana lebih lama lagi.
Belum lama kakinya melangkah, terlihat Hana berlari menyongsongnya.
"Hn. Kau lama," ucap Yoshiki.
"Yoshiki-kun...." ucap Hana lirih.
"Hn?" sahut Yoshiki.
"Dia ingin putus darimu. Karena dia sudah menjadi pacarku sekarang." susul sebuah suara.
Onix Yoshiki melebar. Apa? Telinganya salah dengar mungkin.
"Apa maksudnya?" tanya Yoshiki datar. Baik, walaupun Yoshiki sedang dalam mode jaga image, tapi deru nafasnya terdengar oleh Hana. Yoshiki telah tersulut emosi tapi ditahannya.
"M-maaf" Hana bisa menunduk dan berguman pelan.
"Jelaskan di dalam," Yoshiki menarik lengan Hana untuk membawanya ke dalam mobil.
PLAK! "lepaskan dia" tiba-tiba tangan Yoshiki ditepis oleh seseorang yaitu Ayato.
"Jangan sentuh milikku" ujar Ayato dingin. "Dia milikku sekarang."

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.