Jumat, 29 Agustus 2014

Yami no Ai [Chapter 39]

Chap 39

"Shiro kedua!" sorak Shiro.

2 menit kemudian...
"Hhh hhh kalian gila" rutuk Yui sambil melap keringatnya.
"Mate yo Yui!!" teriak Maki dari kejahuan.
Hana segera berlari ke arah Maki dan menemaninya berjalan.
"Loh suruh siapa kalian berdua lari? Aku kan cuma ingin berlomba dengan Shiro"
"Tapi Yui ikut lari tiba-tiba"
"hhh dasar"
Dan pada sore hari itu empat sahabat itu bersenang-senang di taman kota.
"Onii-chan! Kenapa kau menjemputku!?" marah Maki kepada kakaknya yang sudah menjemputnya di taman.
"Sudah mulai dingin Maki. Aku mengkhawatirkanmu" ujar sang kakak.
"Nggak mau!" Maki membelakangi kakaknya.
"Kau beruntung punya kakak yang perhatian" Hana mendorong maki ke dekat motor kakak Maki.
Akhirnya mau tidak mau Maki pun menaiki motor itu dan pulang.
Tak lama kemudian Shiro berpapasan dengan Tomoaki-senpai yang tengah membeli beberapa perlatan p3k di apotek terdekat. Dan mereka pulang bersama.
Akhirnya Hana menemani Yui menuju statsiun, ternyata kereta terakhir sudah berangkat. Dan Yui memutuskan meminta jemputan Ida-kun. Pacarnya. Sekaligus teman sekelasku.
"Kalau begitu kami duluan ya. Maaf tidak bisa ikut memboncengmu" ucap Ida menyesal.
"Ara... Daijobu yo Ida-san," jawab Hana.

Sekarang Hana sendiri. Hana berjalan pelan sambil mendengarkan musik dengan earphonenya. Pukul 7 tepat. Malam ini benar-benar dingin sampai Hana kembali mengeratkan jaketnya.
"onee-chan apa yang kau lakukan disini?" ucap seorang preman.
"Ah? A-apa?" Hana takut.
"Malam ini dingin onee-chan mau kubantu menghangatkan tubuh?" preman itu semakin mendekat.
"A-ah..." Hana semakin ketakutan.
Preman itu semakin mendekat dan mendekat siap menerkam Hana.
"ARGHHHHHH!!" Preman itu menjerit kesakitaan saat pisau menusuk lambungnya.
"jangan berani-berani menyentuhku kuso yaro" Hana mencabut pisau itu sehingga darah segera mengalir banyak. Dan segera dibuangnya pisau itu sembarangan.
"Jemput aku. Sekarang" Hana menelepon supirnya. Sepertinya alter ego Hana benar-benar muncul.

"Maaf menunggu My Lady" ucap Sopir itu lalu membukakan pintu mobil untuk Hana.
"Anda berdarah?" tanya sopir itu.
"Hana berusaha menyingkirkan pemerkosa" jawab Hana datar.
"anda hampir diperkosa!?" sopir itu terbelalak kaget.
"tenanglah. Aku tak tersentuh sedikitpun. Aku hanya miliknya. Tidak ada pria yg boleh menyentuhku selain dia"
"Syukurlah kalau begitu"

akhirnya mobil porsche hitam itu memasuki area garasi istana.
Sopir itu membukakan pintu untuk Hana dan Hana keluar.
"My Lord, My Lady hampir diserang pemerkosa"
"NANI!?" Yoshiki yang tengah dalam rapat dewan direksi langsung terlonjak dari kursinya.
"Tenang My Lord. My Lady membunuh pemerkosa. Dan sepertinya alter ego milik My Lady benar-benar mengerikan"
"Dia dimana?" Yoshiki tetap tidak bisa tenang.
"Menuju pemandian untuk membersihkan noda darah ditubuhnya"
"Suruh para maid untuk membantunya. Dan pastikan dia tidak apa-apa!" perintah Yoshiki mutlak.
"Yes, My Lord"
Transmisi diakhiri.

"Doushite My Lord?" tanya salah satu dewan direksi.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.