Chap 64
"bohong!" teriak Hana frustasi. "itu hanya bagian dari permainannya!"
SRAK!
Tomuro kembali menarik kerah baju Hana dengan kasar.
"Kau fikir semua perasaannya hanya sebuah permainan? Dia mencintaimu! Memikirkanmu! Menyayangimu! Apa kau tidak ingat kejadian perselingkuhanmu dengan Senpai-mu itu? Dia benar-benar cemburu! Jika dia hanya menginginkan kekuatanmu dia tidak perlu cemburu! Toh senpai-mu tidak akan menciummu!"
Hana terdiam. Pikirannya kembali beradu dengan akal sehatnya.
Itu... Itu adalah hal yang mengganggu pemikiran Hana.
Bahkan ia yg lebih tau kejadian lengkapnya kenapa tidak peka seperti Tomuro? Yoshiki sampai memblokir emailnya. Jika Yoshiki hanya menginkan kekuatan dalam dirinya, Yoshiki cukup datang dan membawanya pulang. Tapi semua kelakuannya... Persis seperti orang yg hatinya hancur karena perasaannya disakiti.
Dan lagi semua perlakuan Yoshiki padanya sangat lembut, penuh perasaan dan kasih sayang. Kalau memang Yoshiki hanya membutuhkan kekuatannya ia juga bisa memperlakukan Hana sebagai budak. Tapi tidak dilakukannya.
"Tapi kenapa dia merantaiku seperti ini?" tanya Hana muram.
"kalau itu silahkan tanya langsung kepada suamimu. Percaya padaku. Dia mencintaimu" Tomuro langsung menghilang.
Dari luar terdengar langkah kaki berat yg kemudian pintu kamar terbuka. Munculah sang raja Iblis--Kuroto Yoshiki.
"Hn. kau sudah bangun?" Mata Yoshiki menatap maid yg tertidur di samping pintu dan makanan di dekat Hana.
'Tomuro' pikir Yoshiki.
Yoshiki duduk di depan Hana. Mulai menyuapi Hana.
"Hn. buka mulutmu"
Hana terdiam.
"Nee... Kenapa kau merantaiku?" tanya Hana.
"agar kau tidak pergi. Sudah kubilang kan? Kau milikku. Aku tidak ingin kekuatan didalam tubuhmu di miliki orang lain selain aku. Sekarang buka mulutmu. Aku tidak ingin kau cepat mati" ujar Yoshiki dingin.
Hana menunduk setelah mendengar ucapan Yoshiki. "jadi begitu... Aku memang hanya penghasil kekuatanmu..."
"begitulah. Kau tidak perlu mempercayai ucapan Tomuro. Dia itu wakilku jadi dia hampir sama sepertiku. Pembohong. Sekarang buka mulutmu"
"kalau begitu lepaskan aku. Aku ingin kembali ke kehidupan lamaku. Bersama teman-temanku. Aku berjanji aku tidak akan mencium atau dicium dan melakukan hubungan badan siapapun." pinta Hana melas.
NYUT. Dada Yoshiki terasa aneh seketika.
"apa maksudmu?" tanya Yoshiki dingin.
"Kalau kau hanya membutuhkan kekuatanku. Aku bisa datang kapanpun kepadaku. Tapi lepaskan aku"
PRANG. Yoshiki membanting piring berisi makanan yg dibawahnya.
Hana terlonjak mendengarnya.
"Kau fikir aku akan mengabulkan permintaanmu itu?"
Hana meringkuk ketakutan.
Air mata masih membasahi matanya yg lembam. Hana terisak.
Yoshiki yg melihat itu dadanya hanya terus terasa sakit.
"Baiklah. Jika itu maumu" Yoshiki melepas rantai yg mengikat tangan kiri Hana dan pergi berlalu keluar kamar.
Hana hanya memandangi punggung Yoshiki yg lalu menghilang.
Keesokan paginya Hana sudah berada di dalam mobil Yoshiki. Melaju kencang menuju kediaman Rayumi. Benar.
Selasa, 23 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar