Chap 56
"hee begitu. Aku juga loh..." Hana bercerita
" ... ." Yoshiki terdiam di atap sekolah.
Rautnya yang sangat datar bagaikan patung yg tak memiliki ekspresi.
Tangannya merogoh saku celananya dan mengambil seputung rokok. Menaruh filter rokok tersebut di mulutnya. Jemarinya memunculkan api yg lalu menyulut rokok tersebut.
Pada 5 menit terakhir jam istirahat Yoshiki memasuki kelas dan kebetulan berpapasan dengan Hana.
Hana yg berpapasan dengan Yoshiki hanya menundukka kepalanya.
"Hn." Yoshiki hanya tertegun melihat Hana yg semakin aneh.
"Hari ini memang khusus sekolah untuk kelas EXELENT saja. Di sekolah hanya ada 3 guru. Hari ini kalian akan diadakan test sebanyak mungkin untuk mengukur IQ kalian" jelas Sadou-san si wali kelas.
Banyak keluhan yang melantun dari bibir para siswa. Namun siapa sangka justru ada yg tersenyum menyeringai.
"Hn. Sepertinya akan menarik" ucap Yoshiki sambil tersenyum.
Pada saat jam menunjukan pukul 12 siang para siswa mulai tertidur satu persatu. Termasuk Hana.
"ini... Clorofom" ucap Yoshiki. Namun sayangnya efek clorofom itu tak mempan padanya. Ia menciptakan ilusi supaya siapapun dalang dibalik ini semua ketika melihat Yoshiki ia nampak tertidur.
"Hn" wajah Yoshiki menjadi kaku. Matanya tajam menatapa sosok Hana yang tertidur. "Aku pasti akan melindungimu. Istriku" guman Yoshiki pelan namun yakin.
Pada pukul 6 para siswa mulai terbangun karena suara "kriet" yg ada di langit-langit kelas.
Sampai akhirnya "BRAK!" Langit-langit kelas bagian tengah terbuka dan turunlah mayat seorang wanita dengan kedua mata dan mulutnya dijahit mengerikan.
"KYAAAAA!!" Teriak semua murid ketakutan.
"Ta-chan!!" tangis seorang gadis kepada mayat itu.
Hana hanya bisa menatap shock gadis yang tergantung itu.
"ADA APA INI?" Seorang guru pria memasuki kelas EXELENT. Dilihat dari raut mukanya nampaknya guru ini juga baru saja ditidurkan.
"Pokoknya kalian tidak boleh berpencar! Apapun yang terjadi!" ucap guru itu setengah shock.
"Okuri-sensei! K-kano-sensei!" teriak seorang guru wanita berkacamata sambil berlari.
"tenang Liz-sensei. Mari kita masuk"
setelah seluruh ruang kelas dikunci rapat. Dengan suasana mencekam karena ada seongok mayat menggantung di langit-langit kelas.
"Kano-sensei tewas di ruang guru dengan luka seperti gorokan di lehernya. Diduga kematiannya karena kehabisan darah" jelas Okuri-sensei dengan gemetar.
"j-ja... Sudah ada 2 mayat" timpal Kuwata.
"a-ada p-pembunuh!" teriak Ayase.
"benar. Dan siapa tau pembunuh itu ada disini sekarang?" suara Kudo.
"apa? Jadi kau menuduh kami?" Sakura ketakutan.
"tidak. Aku hanya berpendapat"
Wajah Yoshiki masih menatap datar walau tau hampir semua kebenaran. Pikirannya hanya berisi satu hal. Yaitu Hana. Ia harus menjaga Hana.
GREP--
Tangan Yoshiki ditarik oleh seseorang. Yang tentunya Hana.
"Hn"
"Kau, kau sudah tau kan apa yg sebenarnya terjadi?"
"Hn"
"hentian itu! Beri tahu aku!"
Yoshiki terdiam menatap Hana. Ada yg aneh dari Hana...
Senin, 15 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar