Rabu, 17 September 2014

Yami no Ai [Chapter 58]

Chap 58

Tanda telah berhasil membelah sesuatu.
Sebuah potongan tangan kiri menggelinding di lantai.
Kudo terbelalak bukan main saat mengetahui bahwa tangan yg baru saja ia potong bukanlah milik Hana. Mengingat ia melihat kedua tangan Hana masih lengkap melindungi kepalanya yg gemetaran.
Bola mata sapphire milik Hana tak kalah terbelalak melihat sosok di depannya tangan kirinya terpenggal begitu saja.
"Jangan sentuh. Istriku!" teriak Yoshiki geram, seketika itu tubuh Kudo terpelanting kebelakang hingga menabrak dinding.
Entah sejak kapan kapak yg semula ada sebuah kini menjadi berjumlah lebih dari sepuluh dan tengah melawan hukum grafitasi--mengambang di udara.
"MATI!" ucap Yoshiki datar.
Dan kapak-kapak itu segera menerjang tubuh Kudo. Membelahnya berkali-kali sampai mati.
Yoshiki berbalik ke arah Hana.
Dilihatnya Hana dengan wajah sembabnya karena air mata. Dan Ken dengan wajah paranoidnya.
Yoshiki menatap Ken dan muncullah sebuah cahaya kuning yg membuat Ken tertidur.
Yoshiki mendekat ke arah Hana dan berjongkok.
"kau, tidak apa-apa?" tanya Yoshiki datar. Namun masih terdengar nada khawatir disana.
"lenganmu sendiri?" Hana menatap tangan Yoshiki yg masih mengalirkan darah segara. Jauh dalam diri Hana ia sangat sedih melihat keadaan Yoshiki, namun pria itu telah memanfaatkannya.
Tiba-tiba tangan kiri Yoshiki muncul seperti daging baru dengan kecepatan kemunculan yg sangat cepat. Sampai tangan itu terbentuk kembali seperti semula.
"Hn"
Hana bernafas lega tanpa diduga.
"Hn. Ayo pulang" Yoshiki beranjak dari tempatnya meninggalkan Hana.
Hana tak punya pilihan lain selain mengikutinya.

Saat di mobil keduanya hanya bisa terdiam. Hana terus memalingkan wajahnya ke jendela. Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya telah membuat tangan kiri Yoshiki terkena kapak.
Sesampainya di mansion dan memarkir mobil di garasi, Yoshiki segera keluar dari mobil dan menarik tangan Hana.
Hana yg tangannya ditarik begitu saja sempat meronta namun akhirnya mengalah.
Tak diduga Yoshiki membawa Hana ke kamar mereka berdua. Yoshiki merebahkan Hana ke ranjang dan menindihnya.
Hana yg tertindih tubuh berat Yoshiki menyadarai ia tak bisa melawan berikutnya hanya bisa memalingkan wajah ketakutan.
Tidak boleh. Yoshiki tidak boleh sampai menciumnya lagi.
Sementara wajah Yoshiki terus mendekat ke arah Hana. Yoshiki yg menyadari bahwa Hana 'menolak' perlakuannya seperti tidak peduli dan terus mendekatkan wajahnya. Yoshiki berusaha mencium Hana.
"aku akan menggigit lidahku bunuh diri jika kau berani menciumku lagi. Aku sudah tidak peduli akan hidupku lagi" ucap Hana sarkatis.
Yoshiki yg mendengar itu tercekat bukan main.
"Ukh!" Yoshiki berdecak dan melepaskan Hana.
Yoshiki memunggungi Hana dan bertanya, "siapa... Yang memberitahumu?"
Hana terdiam cukup lama sampai akhirnya ia menjawab, "Hazel-san".
"Dan kau lebih percaya kepada ucapan orang lain dari pada suamimu sendiri?" tanya Yoshiki lirih.
Hana tertegun. Tak mampu berkata lagi.
Dilain pihak ia sangat mencintai Yoshiki.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.