Chap 46
Hana terdiam melihat siaran berita itu. Jadi... Itu alasan pria gila itu menyerangnya kemarin.
Pada pukul 9 pagi tepat, rapat yg telah berlangsung sejak pukul 7 pagi itu berhenti.
Para petinggi berjas yg saat itu adalah tamu rapat mulai menunjukan sisi buruk mereka blak-blakan. Ada yg merencanakan tidakan korup, ada yg sedang menghitung penggelapan, ada yg bermain wanita, dll.
"ck!" decak Yoshiki keluar ruangan.
"Tomuro!" panggil Yoshiki.
"Ya?"
"Berikan aku wanita."
"a-aa?" Tomuro terdiam. Apa telinganya salah dengar? Bukannya Yoshiki sudah jatuh cinta dengan Hana?
"Sekarang!" perintah Yoshiki mutlak.
"B-baik! Dasar kau ini!" Tomuro segera menghilang.
"Hn" Yoshiki mengacak rambutnya sebentar dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya ia masukkan ke dalam saku celananya.
Kembali teringat di kepalanya bayangan Hana dengan wajah memerahnya menatap Ryuu.
"ck!" di longgarkannya dasi di lehernya lalu berjalan menuju beranda luas di istananya.
Saat itu terlihat seorang maid tengah menyiram tanaman di green house kecil di beranda itu.
"Hn. Kimi" Yoshiki memanggil maid itu.
Maid itu segera menaruh alat penyiram bunganya dan segera ke arah Yoshiki yg sudah terduduk di sebuah kursi batu.
"duduk disana" Yoshiki menunjuk sebuah meja batu di depannya tepat.
"sekarang lepas dua kancing teratas seragammu"
maid itu melakukan semu perinta Yoshiki.
Yoshiki hanya bisa mentapa datar bongkahan dada di depannya yg siap untuk menerima serangannya.
Yoshiki terdiam cukup lama. "sial. Kupikir dengan melakukan ini rasa sakit di sini akan berakhir" Yoshiki meremas kemejanya di bagian dada dengan kuat.
"HANA-CHAN!!" teriak Tomuro di depan ruang perpustakaan.
"Eh? Tomuro-kun?" Hana menyambut Tomuro dengan matanya tak teralih dari buku di tangannya.
"Kau? Kenapa? Terluka?" tanya Tomuro melihat perban di kepala dan tangan Hana.
"Yah... Begitulah" jawab Hana malas. Lalu tiba-tiba matanya terbelalak dan segera berlari.
"Hei! Aduh! Kemana sih!?" Tomuro akhirmya ikut mengejar.
Setelah sampai di sebuah lorong Hana berhenti berlari.
"Wah keren. Semoga saja ada" ketika hendak melangkah keluar menuju beranda luas tempat green house yg ditujunya Hana terdiam membeku melihat Yoshiki tengan menatap belahan dada seorang maid di depannya.
Tomuro juga melihat itu.
Mata Hana dan Yoshiki saling bertatapan.
"HEI KAU! KENAPA KAU DISINI!? ARGHHH!" teriak Tomuro.
"Tomuro. Apa yg kau lakukan? Bukannya sudah kuperintahkan mencari wanita" tanya Yoshiki datar.
Saat itu Tomuro sadar. Tidak ada hawa kehidupan dari mata Yoshiki.
"ah" Tomuro ikut terdiam.
Hana segera berlari ke arah Yoshiki. Tangannya membawa sebuah alat suntik dan segera disuntikannya pada leher maid itu.
Tanpa sempat berteriak maid itu menggelepar dengan busa di mulutnya.
"Itu Kalium Sianida. Tenang saja kau akan hidup lagi beberapa jam lagi" ucap Hana datar kepada mayat maid itu.
"bagaimana kabarmu? Kau sudah menemui pacarmu hari ini?" tanya Yoshiki hambar.
Tomuro yg mendenga itu hanya biasa memendam emosi.
Jumat, 05 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar