Jumat, 26 September 2014

Yami no Ai [Chapter 67]

Chap 67

Yoshiki hanya menganggapinya dengan tatapan datar.
"Hn. Kakakmu itu sangat mengganggu. Jika dia benari untuk sekali lagi menyentuhku akan kubunuh dia" Yoshiki memalingkan wajahnya ke arah langit biru.
"Jika kau berani melukai Sano-kun, aku yg akan membunuhmu Yoshiki-san!" teriak Hana yang nampak serius.
Yoshiki kembali menatap Hana dengan datar.
"Khuuu..." Yoshiki menatap Hana dengan tampang mengejek sekarang.
"Khu..hahahahaha!!" Yoshiki tertawa tiba-tiba.
"Kau bodoh ya? Akulah raja iblis!" Aura kegelapan menguar disekitar Yoshiki.
"Aku ABADI! Aku tidak memiliki kelemahan apapun!" teriak Yoshiki dengan wajahnya yang tetap 'stay-cool'.
Nyali Hana ciut saat melihat Yoshiki nampak sangat mengerikan. Apalagi sepertinya tadi mata Yoshiki berkilat tajam kearahnya.
"Hn..." Yoshiki berjalan melewati Hana dan menuruni tangga atap. Meninggalkan Hana membeku di tempatnya.

"Tidak memiliki kelemahan..." Yoshiki berguman saat memasuki mobil Ferrari Sport Kuning miliknya.
"Yang benar saja!" Yoshiki menghantap stir bundar di depannya.
"Kau... Kau satu-satunya manusia yang bisa menghancurkanku... Bahkan membunuhku!" Yoshiki menggenggam erat dadanya. Nafasnya memburu luar biasa. Tubuhnya berkeringat deras.
"shit!" Yoshiki membenturkan kepalanya ke arah stir.

Keesokan harinya Yoshiki tidak masuk kelas. Entah kenapa.
Selama pelajaran Hana tak bisa henti-hentinya memandangi bangku Yoshiki. Jujur saja, ia juga beranya-tanya apa sebabnya.
Sampai sekolah berakhirpun Yoshiki tetap tidak terlihat.

Ketika sedang asik melingkari daftar lowongan pekerjaan yang sudah ia print barusan tiba-tiba Hana terusik dengan suara ketukan pintu.
Dibukanya pintu depan rumahnya. Dan tenyata itu adalah Arashi Tomuro.
"Tomuro-kun?"
"Yo! Hana-kyun!"
"Ehm, silahkan masuk" Hana mempersilahkan Tomuro masuk.
"Terima kasih" Tomuro langsung saja memasuki rumah Hana dan mengamati dengan seksama setiap inchi dari rumah Hana.
"anoo, kenapa Tomuro-kun kesini?" tanya Hana.
"Aku merindukanmu Hana-kyun, tidak boleh?"
"hahaha" Hana sweatdrop.
"oh ya? Tadi kenapa dia tidak masuk?" tanya Hana.
"maksudmu Yoshiki? Dia sakit. Kau sedang mencari pekerjaan?" Jawab Tomuro singkat dan tidak jelas, dan setelah ia melihat kertas-kertas di meja ia malah bertanya balik.
"Ya begitulah. Yoshiki sakit? Apa maksudmu?"
"Dia mengurung diri di kamarnya. Tapi kata para maid dia sakit"
"Sakit apa?" raut wajah Hana nampak sangat khawatir.
"Heee? Kau nampak khawatir sekali"
"Beritahu aku Tomuro-kun!"
"entahlah. Dia tidak pernah begitu. Tapi aku 99% yakin penyebabnya adalah kau"
"aku?"
"tentu. Memang siapa lagi? Istri yg dicintainya, yg harusnya tinggal bersamanya, mendapinginya kini malah meninggalkannya"
"hentikan itu Tomuro-kun. Dia tidak mencintaiku. Aku hanya pemasok kekuatannya."
"oh ya? Kau percaya kata-katanya?"
Hana terdiam, "..."
"Dia mencintaimu. Percayalah padaku. Buktinya ini," Tomuro mengeluarkan mini-handycam yg terselip di pinggangnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.