Chap 57
"Hn. Ini akan menarik. Tenang saja aku akan melindungimu"
"bukan itu! Aku tidak mau melihat temanku terbunuh tanpa alasan begini!"
"Hn. Si pelaku ingin membalaskan dendam pemerkosaan dan pembunuhan terhadap kakaknya. Aku tidak akan menghalanginya selama ia tak menyentuhmu" Yoshiki mendekatkan bibirnya ke bibir Hana. Namun Hana mundur kebelakang menolak ciuman Yoshiki.
Yoshiki sangat tertegun menyadari keanehan Hana yang semakin terlihat.
"tentu saja. Jika aku mati kekuatan dalam diriku juga akan hilang..." ucap Hana dengan nada yg semakin lemah.
Bagai ditusuk beribu jarum. Rahasia yang dijaganya sebisa mungkin kini telah ketahuan. Yang nampaknya sudah menjadi dasar alasan mengapa Hana menjadi aneh akhir-akhir ini.
"SEMUA SISWA EXELENT HARAP SEGERA MENUJU AUDITORIUM!" Semua menjadi gaduh. "ADA MAYAT DI SANA. KALIAN PUNYA 2 PILIHAN. MENYELAMATKAN MAYAT ITU ATAU MENELEPON SESEORANG."
seluruh siswa segera berlari menuju auditiorium. Saat Hana hampir berlari mengikuti arus Yoshiki segera menarik tangan Hana.
"pelakunya adalah Kudo. Saat kalian menuju auditiorium dia akan membunuh Ken" ucap Yoshiki datar. Namun nampaknya ia sangat murung.
Hana menepis cengkraman tangan Yoshiki.
"bohong! Kudo-kun tak akan melakukan itu! Kau mengatakan itu hanya untuk membuatku membencinya supaya aku tetap bersamamu!"
NYUT.
Bagian dada Yoshiki terasa sakit saat mendengar ucapan Hana hingga membuat tangannya melepas Hana begitu saja.
Hana segera berlari secepat mungkin saat cengkraman di tangannya lepas.
"Ke-kenapa?" ucap seorang siswa berambut biru laut meringkuk di lantai ketakutan.
"kenapa? Umm, entahlah. Memang kau sendiri kenapa memperkosa Aki Kudo?" tanya seorang yang membawa kapak yg ternyata Kudo.
"K-Kudo? Jadi dia kakakmu?" siswa itu ketakutan.
"Benar. Aki Kudo. Seorang desainer genius masa depan tahun lalu tewas dengan luka di kepala. Kecelakaan? Namun sayangnya ditemukan bekas kekerasan seksual. Dia diperkoasa lalu dibunuh. Lalu? Siapa? Aku menyelidiki semua itu walau masih siswa baru. Dan menemukan kalian semua" ucap Kudo dengan senyuman pembunuh diwajahnya.
"jadi kau yang--"
"benar! Untuk membalaskan kematian Aki-neechan aku--"
"HENTIKAN!" Teriak Hana berlari secepat mungkin ke arah Kudo.
"Hana?" ucap Ken dan Kudo bersamaan.
"Hentikan Kudo-kun! Aku mohon!" Hana memohon dan berdiri di antara Ken dan Kudo.
"Hana..." ucap Kudo lirih.
"Kau menghalangiku" Kudo mendekati Hana.
Kudo mengayunkan kapaknya ke atas.
Shock. Hana hanya bisa terbelalak melihatnya.
"Jangan menghalangiku" Kudo mengayunkan kapaknua turun. Ia tak peduli. Walaupun itu Hana. Kepalanya hanya berisi perintah untuk "membunuh pemerkosa dan pembunuh kakaknya. Siapapun yg menghalangi juga harus dibunuh!"
Ayunan kapak berkecepatan tinggi itu semakin mendekat. Hana menutup matanya ketakutan.
Saat itu ia menyesal. Kudo memang seorang pembunuh. Ia menyesal menghiraukapn ucapan Yoshiki, suaminya.
DRAK.
Cipratan darah segar menyebar kemana-mana. Mengotori seragam putih Ken.
Kapak itu berdarah.
Selasa, 16 September 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar