Jumat, 19 September 2014

Yami no Ai [Chapter 60]

Chap 60

Yoshiki menarik Hana kepelukannya. Menghilangkan jarak diantara keduanya. Wajah mereka berdua saling bertatapan.
"Kau adalah segalanya bagiku. Kau milikku. Sepenuhnya milikku. Kau istriku. Tidak peduli seperti apa kau memandangku kau tetaplah istriku. Aku tidak peduli kau membenciku seumur hidupmu. Tubuhmu adalah milikku. Kekuatan di dalam dirimu adalah milikku. Jiwa dan cintamu hanya milikku. Cincin ini adalah buktinya." racau Yoshiki.
Tanpa memberi Hana kesempatan untuk bicara Yoshiki langsung melumat bibir Hana.
Hana tercekat luar biasa. Yoshiki menciumnya!
"Ummph!" Hana berusaha keras menolak ciuman Yoshiki yg sudah berubah menjadi lumatan panas.
Tapi Yoshiki tak mau kalah. Ia berusaha memasukan lidahnya namun Hana masih bersikeras menahannya. Namun tenaga Hana sangatlah berbanding jauh dengan Yoshiki. Tidak heran jika kini Yoshiki sudah sempurna mengulum bibir dan lidah Hana.
Air mata menetes dari kelopak mata Hana.
Yoshiki yg merasakan rasa asin menjalar di bibirnya menyudahi aksi lumatannya dan menyadari Hana sedang menangis.
"hiks... Aku... Membencimu!! Aku membencimu!!" teriak Hana di sela tangisannya.
Yoshiki terdiam untuk beberapa saat. Ia hanya bisa menatap Hana nanar.
'Hentikan! Jangan menangis dihadapanku!' teriak Yoshiki dalam hati.
Ia sangatlah terpukul. Istrinya... Menangis dihadapannya. Karenanya?
Haruskah ia mengakhiri ini semua?
Tidak. Ia sudah terlanjur membuat Hana menangis. Sudah terlanjur. Bahkan ia membuat Hana membencinya.
"ck" decak Yoshiki.
"kau benci pun aku tidak peduli jalang! Kau fikir kau siapa? Kau hanya penghasil kekuatan bagiku!" ucap Yoshiki dingin.
Ia sudah membuang semua rasa tidak teganya. Mungkin sekarang Yoshiki benar-benar menjadi raja iblis yg keji.
Hana shock bukan main mendengar tuturan Yoshiki barusan. Hatinya hancur berkeping-keping.
"j-jadi. M-memang b-begitu"
"Ya memang begitu. Hei kau aku membutuhkan kekuatan dalam jumlah besar untuk menguasai dunia sebentar lagi. Maka...." SREK. Yoshiki merobek pakaian Hana hingga membuat Hana separuh telanjang.
Branya ikut robek hingga menampakan dua payudaranya yg sedang 'dalam masa pertumbuhan'.
Tangan Yoshiki menyentuh kedua ujung niple Hana.
"akh!" Hana tersentak kaget menahan sensasi aneh.
"dasar pelacur kecil. Kalau memang kau suka ku sentuh lebih baik kau bilang saja"
"he-hentikan!" rintih Hana.
Yoshiki malah mengulum dan memainkan niple Hana dengan lidahnya setelah itu.
"kyaaaa!! Yamete! Yamete!" Hana akhirnya berusaha berontak dengan keras.
Yoshiki yg menyadari itu segera menahan Hana sekuat tenaga.
"mau kemana kau pelacur kecilku? Hmm" Yoshiki tersenyum sinis setelah berhasil kembali mendekap Hana dan mendekatkan kedua wajah mereka.
"lepaskan aku Yoshiki-kun! Aku benar-benar membecimu sekarang! Hiks hiks!" ujar Hana menahan tangis.
"tidak tidak, aku tidak akan membiarkan siapapun memilikimu selain aku" Yoshiki menghempaskan badan Hana ke arah ranjang.
Dengan sigap Yoshiki menahan kedua tangan Hana yg terlentang keatas.
"Kuroto Hana...."

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.