Rabu, 01 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 72]

Chap 72

Hana berteriak emosi pada dua pria di depannya.
"Hana, kau mau ikut pria itu atau kau mau kuhukum seperti yg lain?" si pemilik Bar mengancam.
Yoshiki segera menarik Hana keluar dari tempat itu.

Ketika mencapai tempat parkir Hana sedikit meronta dan menolak.
Karena Hana menolak mau tak mau Yoshiki bertindak kasar. Ia membuka mobilnya dengan cepat dan memaksa Hana memasukinya, lalu mengunci pintu mobil itu. Setelah itu ia harus memutar dan masuk pintu sebelah--bagian kemudi.
Dijalankannya mobil Pigeot-nya.
"Apa maksudmu membeliku?" akhirnya Hana buka suara.
Yoshiki tidak bergeming, masih fokus dengan kemudinya.
"Aku tidak mau berhutang lagi kepadamu..." Hana bicara lagi.
" ... ."
"...ah aku tahu. Kau 'membeli'ku seharga 4 milyar yen supaya kau bisa melakukan hal 'itu' sepuasnya kan? Supaya kekuatanmu--"
CKIIIIT. Mobil berwarna putih mengkilap itu terhenti seketika.
"Suami macam apa yg rela tubuh istrinya dijamah orang lain!?" ucap Yoshiki parau--setengah berteriak.
Hana hanya melirik Yoshiki, tak berani menatapnya secara langsung.
"Apa... Apa maksudmu bekerja di tempat seperti itu? Apa maumu!? DASAR PELACUR!" teriak Yoshiki emosi.
PLAK!
Tak segan, tangan Hana menampar pipi Yoshiki dengan sangat keras.
Yoshiki terdiam tak bergeming.
"Kau fikir aku mau bekerja di tempat seperti itu!?" tanya Hana dengan sedikit rendah.
"Aku ditipu! Dia si tua itu mengatakan akan mempekerjakanku sebagai maid di sebuah resto! Aku terlanjur menandatangani kontrak kerja!" Air mata Hana sudah terlanjur menganak sungai.
"lalu kenapa kau membriarkan pria tadi hampir menyetuhmu?" Yoshiki kembali ke duduk semulanya--menatap kemudi.
"Aku takut! Aku tak bisa berbuat apa-apa! Lalu kau sendiri bagaimana? Kenapa kau ada disana? Apa kau mencari PELACUR juga disana?" tanya Hana tak kalah emosi dengan menekan kata 'pelacur'.
"Bagaimana jika pria tadi benar-benar menyentuhmu?" tanya Yoshiki dengan nada berat.
" ... ." Hana terdiam. "D-dia hanya menyentuh dadaku. Kekuatanku tidak akan diambilnya hanya karena ia menyentuh dadaku"
Yoshiki menggeratkan giginya, tangannya mengepal menggenggam kemudi. Tubuhnya bergejolak setelah mendengar jawaban Hana.
"TIDAK ADA PRIA LAIN YANG BOLEH MENYENTUHMU SELAIN AKU!!" ucap Yoshiki tegas.
"Kenapa? Hubunganmu dan aku hanyalah budak-dan-tuan. Walaupun aku budakmu, aku masih memiliki HAK untuk bersama orang lain. Kau menikahiku juga untuk mempertegas hubungan budak-tuan kita kan?"
Yoshiki tersenyum miris. Hatinya hancur berkeping-keping.
Pria berambut shagy itu terdiam sesaat.
"Aku tidak ingin melihatmu bekerja di tempat seperti itu lagi" lalu dijalankannya mobil mewah itu menuju kediaman Rayumi.

Setelah melewati perdebatan yg cukup lama, akhirnya Hana menerima uang dan segala bantuan dari Yoshiki.
Hana terdiam menatap amplop kuning berisi uang dari Yoshiki. Jangan tanyakan jumlah, karena Hana sendiri belum melihat isinya.
Hana menatap nanar amplop kuning itu lalu melemparnya begitu saja. Ia menangis dalam diam. Tubuhnya pun bergetar.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.