Kamis, 30 Oktober 2014

Yami no Ai [Chapter 100]

Chap 100

"Bisa antar aku pulang sekalian?"
"Eh? Kenapa senpai?" remaja dengan rambut aneh ala anak band labil itu sedikit bingung dengan pertanyaan sekaligus pemintaan Hana.
"Aku... Aku... Aku tadi jatuh saat praktek PKK dan pergelangan kakiku sakit. B-bisa a-antar aku?"
"Oh okay. Tunggu sebentar ya senpai" Kisaragi Idate nampak seperti berbincang sesuatu dengan rekannya sampai akhirnya ia kembali mendatangi Hana sambil membawa tas tangannya.
"ayo senpai"

Kini keduanya sudah berada di tempat parkir. Mata saphirenya menatap bosan siswa di depannya sementara tangannya masih sibuk mengenakan helm pengaman kepalanya.
"Alasanku bodoh sekali. Mana ada orang yg kakinya terkilir bisa lari-lari di lorong, naik tangga lagi. Huft, untunglah dia tak menyadarinya" pikir Hana.
"ung? Ada apa senpai?" pertanyaan Kisaragi mengembalikan Hana dari lamunannya.
"Eh tidak" Hana segera bergegas menaiki motor Kisaragi.
Awalnya Hana agak canggung dibonceng oleh juniornya sendiri. Tangannya sibuk berpegangan pada kedua pahanya. Tentu saja, Hana mau berpegangan pada apa lagi? Tubuh Kisaragi? Oh jangan konyol, Hana baru saja mengenal kouhainya itu sejak penerimaan siswa baru. Bahkan walaupun Sasano yg memboncengnya Hana masih ragu apakah ia akan berpegangan pada tubuh kakaknya itu.
Sebenarnya Hana tadi sudah memutuskan untuk meminta tolong Sasano, tapi apa boleh buat Sasano sudah pulang untuk mengantarkan pacar barunya yg sakit untuk kontrol.
GLUDUK...
Terdengar gemuruh langit dengan disertai beberapa kilatan cahaya yg memenuhi langit berawan kelam. Hana mendongkakkan kepalanya.
"Mendung... Sepertinya akan hujan..." guman Hana.
"uwaaa gawat! Aku tidak bawa jas hujan lagi!" tiba-tiba Kisaragi berteriak panik lalu mempercepat laju kendaraannya.
Tubuh Hana yg menerima hukum kelembaman karena tiba-tiba Kisaragi mempercepat laju kendaraannya hampir terjelembab kebelakang. Untung Hana bisa segera mempertahankan posisinya.
"HEY!" teriak Hana tak terima.
"Gomen senpai. Bisa berpegangan padaku? Aku tidak mau senpai sampai jatuh"
"E-eh?" mau tak mau akhirnya tangan Hana memegang samping kanan-kiri jacket biru muda Kisaragi.

"Wah-wah sepertinya istri yg katanya 'sangat kau cintai' itu sepertinya sedang bermesraan bersama pria lain" suara bariton khas pria berumur sekitar 50-60 tahunan terdengar seperti meremehkan.
"..." orang yg sepertinya diajak bicara oleh pria itu hanya terdiam.
"Benarkah dialah perempuan yg diramalkan itu?" tanya pria itu.
"..." lagi, lawan bicara pria itu sama sekali tak menggubris pertanyaannya.
"Kau sangat keras kepala sekali My Lord, harga dirimu yg menjijikan itu juga nantinya yg akan menjatuhkanmu. Seperti halnya sekarang, padahal kau bisa saja membunuhku disini. Kenapa tidak kau lakukan itu My Lord? Kuroto Yoshiki?"
"Kau hanya vampir kelaparan. Tidak ada gunanya membunuhmu" jawab Yoshiki dengan tatapan dan ucapan yg sangat dingin.
Pria tua itu nampak menahan emosinya.
"Baiklah, tapi kami juga menginkan dia"
Yoshiki terdiam di tempatnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.