Chap 89
"Sekarang aku di klub lari yg sama dengan Sasano"
"aku tahu. Kau sering bercanda dengannya" jawab Hana.
"Mau main ke klub lari?" tawar Suzaku.
"Ah tidak usah. Merepotkan nanti. Lagi pula aku tidak mau mengganggu konsentrasi Sasano-kun yg akan ikut perlombaan musim depan"
"Wah padahal aku terkesan dengan waktu larimu saat kau dihukum"
"Eh? Kau tahu!?" sontak Hana menatap mata coklat Suzaku.
"..." Yoshiki diam-diam mengawasi dan mendengar pembicaraan Hana dan Suzaku.
"Aku tahu. Waktu itu aku disuruh Miwako-sensei untuk mengambil contoh praktikum yg ketinggalan. Aku tidak sengaja melihatmu berlari sangat cepat. Lagipula Kaname-sensei juga bercerita tentangmu di kelasku dulu"
"Kaname-sensei bercerita di kelas 1-1? Bercerita seperti apa!?" Hana tidak sengaja memegang lengan tangan kanan Suzaku yg tersandar di kursi duduknya karena penasaran.
"..." onix Yoshiki menatap tangan Hana.
"begini, 'di kelas 1-4 sepertinya ada pelari baru. Dia si hyperactive. Berlari 3x putaran dalam 2 menit saja' kami semua terlonjak mendengarnya. Kau gesit juga rupanya"
"ah sebenarnya itu...." Hana menggaruk lehernya yg tidak gatal. Benar saat itu ia tak berlari sendiri. Ia dibantu oleh Yoshiki.
Yoshiki?
Hana menoleh kebelakang untuk melihat keberadaan pria itu.
Seketika saphirenya bertemu dengan onix gelap pria itu. Tatapannya yg dingin dan menusuk bagai mengikat Hana dan tak membiarkan Hana lepas.
"oi!" Suzaku menyadarkan Hana.
"eh, eh. I-iya? Kenapa?" Hana sadar dan segera kembali menghadap Suzaku.
"Kau kenapa sih? Ada apa dengan Kuroto?"
"Eh tidak. Tidak ada apa-apa"
"Kau mantannya ya?"
Hana terdiam. Sampai ia menjawab, "ehm. Begitulah"
"Tak kusangka kau juga tertarik dengan lelaki"
"Ha!? Apa maksudmu Suzaku-kun!? Aku normal tau!"
"Hee begitu? Kukira kau Yuri" Suzaku terkekeh.
"Siapa yg YURI!?" Hana menatap pria tampan di depannya dengan tatapan tidak terima.
"tenang aku hanya bercanda. Calm Down Rayumi-san"
"hhhh" Hana menghela nafas. Kembali merileks-kan otot-ototnya.
"Nanti jam makan siang mau makan denganku? Aku traktir deh sebagai tanda maafku"
"Hontou!?" Hana menatap Suzaku dengan tatapan berbinar.
"Kau... Nafsu makanmu sepertinya akan menakutkan" Suzaku menatap Hana dengan tatapan kengerian.
"Hohoho. Kau akan melihatnya nanti"
"Apa-apaan itu tadi! Memberi tugas tapi langsung pergi tanpa menjelaskan! Padahal ini kan bab baru!" Hana menatap buku biologi di depannya dengan malas. Mulutnya beruman tidak jelas tentang protesnya.
"Hahaha... Setidaknya aku sekelompok denganmu Rayumi" sebuah suara terdengar.
Tanpa melirik pun Hana sudah tau bahwa pemilik suara itu adalah Yahiko Setsuna. Siswa berambut merah dan berwajah pucat.
"Menyebalkan!" Hana menjatuhkan kepalanya di meja dan berguman lagi.
"Jadi, mau mengerjakan yg mana dulu?" tawar Setsuna.
"AKU MAU PROTES!" Hana bangkit dari tempat duduknya.
"Yang benar saja! Ini materi reproduksi! Kenapa aku harus berpasangan dengan cowok!" Hana menunjuk-nunjuk wajah Setsuna dengan tampang tsunderenya.
Sabtu, 18 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar