Chap 102
"Eh?" Hana segera mencari asal suara.
ZRUSSS...
Tiba-tiba sebuah batu terbakar yg hampir mirip meteor melayang dan sepertinya menyerang Hana sebagai obyek sasaran.
DRUAK TRANG
Tiba-tiba sebuah kelebatan seseorang datang menghadang batu terbakar tadi dengan pedang di tangannya.
"Eh?" Hana semakin bingung dengan keadaannya sekarang.
"Yo-yo-shi-ki-kun?" ucap Hana terbata setelah melihat sosok yg baru saja menyelamatkannya ternyata Yoshiki.
"Wah wah, tidak kusangka My Lord akan turun tangan" sebuah suara meremehkan terdengar. Dan muncullah sesosok manusia dengan rambut panjang berwarna hijau muda. Anehnya, telingannya runcing ke atas.
"Elf" guman Yoshiki.
"Elf?" tanya Hana.
"Maaf My Lord, jika anda bersikeras tidak segera melakukan 'perjanjian darah' maka dunia bawah akan kerepotan"
Sosok itu kembali menyerang dengan batu terbakar ke arah Yoshiki.
GROOOW
Pedang berkilau yg dipegang Yoshiki bagai menyerap api beserta bara dari batu yg terlempar.
"di-diserap?" sosok itu nampak gugup. Ia mundur kebelakang.
"Kau mendatangi kematianmu sendiri" Yoshiki mengambil kuda-kuda.
ZRASSHH
Pedang Kusanagi milik Yoshiki menebas sosok Elf berambut biru tadi sampai 4 bagian termutilasi.
Bagian-bagian yg terpotong dari tubuh Elf tadi perlahan menjadi batu lalu rapuh menjadi debu dan terbawa angin.
Hana masih terdiam di tempatnya. Kepalanya masih memproses penglihatannya. Susah sekali menyangkal bahwa yg ia lihat barusan adalah kenyataan. Bukan film fiksi.
Yoshiki kembali menyarungkan pedangnya.
"Tak kusangka mereka akan menyerangmu juga" ucap Tomuro terkekeh. "bodoh sekali"
"Hn."
Yoshiki menatap Hana yg masih kebingungan.
"Hn, apa yg kau lakukan disini? Bukanya Tomuro sudah menyuruhmu tetap di rumah?" tanya Yoshiki.
"A-a-ah a-k--"
"Dia merindukanmu" belum sempat Hana menamatkan ucapannya, Tomuro sudah langsung menyela ucapan Hana. Walau ada benarnya.
Wajah Hana kontan memerah seperti tomat.
Walaupun dasar tindakannya yg bersepeda menuju manor pria di depannya adalah khawatir, tapi ia juga tak bisa menyangkal bahwa ia sangat merindukan pria itu.
"Hn. Benarkah?"
Wajah Hana semakin memerah.
"uh!" geram Hana. Diinjaknya kaki Yoshiki lalu berjalan pergi.
"Ukh!" ganti Yoshiki yg menggeram karena kakinya diinjak begitu saja.
"dasar tsundere" cibir Tomuro.
"siapa yg Tsundere Hah!?" Hana menunjuk wajah Tomuro tidak terima.
"Kau" jawab Tomuro.
"Uk-uhh!" Hana menggembungkan pipinya dan berbalik arah untuk mengambil sepedanya.
"Hn. Mau kemana?"
"Pulang! Sudah tidak ada gunanya disini" Hana segera menaiki sepedanya.
"Ku antar. Biar sepedamu dibawa Tomuro"
"Hah? Kenapa?"
"Hn. Tomuro" Yoshiki menatap Tomuro.
Awalnya Tomuro menatap Yoshiki malas, "duuh, iya iya" Tomuro segera menuju sepeda yg dinaiki Hana.
"Permisi nona tsundere, biar nii-chan bawakan sepeda nona ke rumah"
"nii-chan?" Hana menatap Tomuro jijik dan segera turun dari sepedanya.
"Kubawa ke tempat penjualan barang bekas saja sepeda ini" Tomuro segera menayuh pedal sepeda Hana.
Jumat, 31 Oktober 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar