Chap 103
"Huh, mana ada wakil raja iblis naik sepeda untuk mengantarkan sepeda istri sang raja" Tomuro tak henti-hentinya merutuki kegiatanya.
Saphire Hana masih saja memandang keluar jendela di sampingnya. Menatap lampu neon jalanan malam. Tetapi alisnya tak henti-hentinya berkerut.
"Ada yg ingin kau tanyakan?" tebak Yoshiki.
"Eh?" Hana segera menoleh ke arah Yoshiki.
"Hn. Akan kujawab semua pertanyaanmu"
Hana terdiam sejenak.
"Ada banyak yg ingin kutanyakan..."
Yoshiki tak menyahuti. Tapi tiba-tiba ia memelankan laju kendaraannya dan memarkirkan mobil porsche-nya di depan sebuah cafe.
Hana kembali menatap kebingungan.
Yoshiki segera turun dan membukakan pintu Hana.
Hana yg masih kebingungan mau tak mau harus melangkah keluar dan mengikuti Yoshiki.
Ternyata Yoshiki membawanya kesebuah cafe.
Yoshiki memesan capuccino late dan Hana memesan coklat hangat dengan cream.
"Jadi, apa yg ingin kau tanyakan?" Yoshiki membuka pembicaraan.
"ngg... Mulai dari Elf dan Dunia Bawah. Apa itu?"
bibir Yoshiki agak tertarik ke atas mendengar pertanyaan Hana.
"Mungkin bisa disebut sebagai dunia lain dari dunia manusia"
"seperti... Hantu?" tebak Hana.
"Ya. Dunia bawah terdiri dari makhluk-makhluk pemberontak-Nya. Seperti Hantu, Vampire, Drakula, Elf, Troll, Monster, dan segela makhluk abadi lainnya. Dan diatas semua itu kami para Demon adalah yg paling berkuasa"
"Lalu kenapa mereka menyerang tadi?"
"Hn. Mereka--"
"Apa itu 'perjanjian darah'?" potong Hana.
Yoshiki terdiam sesaat. Ia sempat ragu apakah ia akan menjawab pertanyaan Hana satu ini. Sebelumnya ia menghela nafas sebelum memulai penjelasannya.
"Perjanjian Darah adalah perjanjian akan adanya ikatan. Biasanya dilakukan oleh pasangan yg menikah atau perjanjian hidup-mati lainnya. Caranya adalah harus saling meminum darah masing-masing pembuat perjanjian."
"Apakah setelah melakukan itu aku akan menjadi iblis?" tanya Hana polos.
"Tidak. Sebenarnya untuk menjadikan manusia biasa menjadi iblis itu sedikit sulit. Pada dasarnya manusia memiliki 2 sisi di hatinya. Pertama manusia itu harus disiksa sampai mencampai ambang kematiannya. Saat itulah keinginannya untuk hidup yg sangat egois akan memudahkannya untuk menjadi iblis, lalu hanya tinggal memancing kegelapan dihatinya semakin menguasainya maka ia akan menjadi iblis"
"Caranya merepotkan sekali"
"Hn"
"Apa kau melakukan itu pada semua wanita yg kau jadikan iblis?"
"Hn"
Hana terdiam memandang Yoshiki. Masih ada, masih ada satu pertanyaan lagi. Tapi entah kenapa ia tak bisa menanyakan pertanyaan itu secara langsung.
Mobil Yoshiki berhenti begitu sampai di depan rumah kediaman Rayumi. Terlihat Tomuro yg menatap bosan Hana yg sedang turun dari mobil Yoshiki.
Hana segera menuju ke arah Tomuro.
"Gomen sudah merepotkan Tomuro-kun"
"Tidak masalah, sudah ya aku pulang" Tomuro hendak melangkahkan kaki namun ternyata tangannya ditahan oleh Hana.
"Bisa tunggu sebentar. Ada yg ingin kutanyakan"
Tomuro hanya menatap Hana kebingungan.
Sabtu, 01 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar