Chap 124
"Ah Yoshiki-kun" Hana segera menghampiri pria itu.
"Hn. Bagaimana hidungmu?" tanya pria itu datar.
"Sudah sembuh!" Hana menjawab girang.
"Hn"
"Ayo pulang aku ingin menyiapkan perlengkapanku!" Hana segera menghambur keluar ruangan.
"Ah My Lady sepertinya sangat bersemangat" Tomoaki terkekeh.
Yoshiki hanya melirik sebentar kepergian Hana. "Hn. Bagaimana keadaanya?"
"Sudah sembuh total. Saya benar-benar tak mempercayai ini"
"Hn. Salam untuk ayahmu" Yoshiki meninggalkan ruangan Tomoaki dan berjalan menyusul Hana.
"Hmmm~ hmm~" Hana bersiul riang saat menata pakaiannya di dalam tas. Tas ransel hitam itu sebenarnya sudah hampir penuh. Lihat saja bentuknya yg kini sudah menggelembung.
"Hn" Terdengar suara dingin yg berasal dari sudut ruangan Hana.
"HUWAAAA!!" Hana menatap Yoshiki kaget. Terang saja, pria itu tiba-tiba ada di sudut ruangat yg tak terlalu terkena cahaya lampu. Siapapun pasti mengira orang itu makhluk astral.
"Hn. Aku bukan Hantu" Yoshiki berjalan mendekati Hana.
"Kapan kau berangkat?" tanyanya.
"Uhm... Besok jam 8 mungkin"
"Hn"
Pagi-pagi sekali sebelum matahari memunculkan sinarnya, Hana sudah terbangun dan melanjutkan aktivitasnya yg terhenti kemarin karena memang sudah larut sekali--dan kalau bukan Yoshiki yg mengancam akan membatalkan izinnya jika Hana tak mau menuruti ucapannya sudah dipastikan Hana akan begadang.
Cepat-cepat dibersihkannya tubuhnya dan segera mempersiapkan segalanya.
"Ohayou~" suara Tomuro terdengar. Lalu setelah itu terdengar beberapa kali suara ketukan.
CKLEK. Si pemilik kamar segera membuka pintu kamarnya.
"Ada apa Tomuro-kun?"
"Woaa! Ini masih jam 6 loh! Dan kau sudah bersiap-siap... Ckck! Kau terlalu bersemangat" Tomuro menyilangkan tangannya.
"Kau kemari hanya untuk bicara itu?" tanya Hana.
"Tidak. Yoshiki tak bisa mengantarmu karena beberapa urusan. Jadi aku yg menggantikannya mengantarkanmu"
"Oh begitu. Uhm... Urusan apa?"
"Entahlah. Mencari wanita penggantimu mungkin" jawab Tomuro enteng.
"hahaha" Hana tertawa hambar.
"Baiklah, ku tunggu di garasi ya."
"Oke" Hana melambai pada sosok Tomuro yg sudah berjalan memunggunginya.
Hana kembali menutup pintu kamarnya.
Tangannya sibuk memakai sweater tak berlengan pada tubuhnya yg sudah mengenakan kemeja hijau.
"Urusan...?" guman Hana. "Urusan apa?"
"Arashi-san kau mendengar?"
"Ya ini aku"
"Mereka menyadari pergerakan kita"
"Sudah kuduga. Bagimana dengan pasukan dunia bawah?"
"Mereka mengirimkan beribu troll dalam perjalanan"
"Beritahu aku posisi tentara-Nya"
"Sekitar 11Km dari titik perkemahan My Lady"
"Kalau begitu kita gunakan strategi KO3"
"Wakatta!" transmisi dimatikan.
"Nah, saatnya menggunakan isi kepalaku" guman Tomuro. Tangannya terus menggetuk-ngetuk setir bundar Chevorlet hitamnya.
"Hn... Tomuro?" Tomuro yg mengenali suara itu langsung mengambil alat transmisinya.
"Yes, My Lord?"
"Dimana dia?"
"Dalam persiapan"
"Hn. Lebih baik kita gunakan strategi KO3"
"Aku juga berfikir begitu! Tapi... Sepertinya posisimu sedikit tidak berguna ya"
Sabtu, 22 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar