Chap 107
"Ukh! Sebenarnya apa maumu!? Aku hanya budakmu kan? Kenapa kau begitu mengekangku?"
Gigi Yoshiki semakin bergemelatuk mendengar ucapan Hana.
Ia sudah tidak sanggup lagi melanjutkan hal ini.
"Hn" Yoshiki tak menggubris Hana, ia melangkahkan kakinya meninggalkan Hana.
"Aku tidak mengerti...." ucap Hana. "Aku mohon Yoshiki-kun! Sembuhkan kaki Ahashi-kun supaya ia bisa mengikuti pertandingannya! Bagaimanapun juga ini salahku!" Hana memegangi lengan baju Yoshiki.
"Hn. Kau menyuruhku menyembuhkan orang yg telah berani-beraninya menyetuh istriku sembarangan?"
Ucapan Yoshiki refleks membuat Hana tertegun.
"Aku mohon Yoshiki! Jika perlu aku akan membiarkanmu menyentuhku malam ini! Ini semua salahku! Aku mohon!" Hana beralih ke depan tubuh Yoshiki dan menatap wajah Yoshiki dengan pipi basah oleh air mata.
"Kenapa kau... Rela seperti itu demi dia?"
"Aku mohon Yoshiki-kun..."
Yoshiki meneruskan jalannya tanpa menjawab lagi ucapan Hana.
"Eh?" permintaan Hana tak dikabulkan Yoshiki sepetinya. Hana mendongkak untuk meminta penjelasan.
"Akan kusuruh Tomuro untuk melakukannya nanti" ucapan Yoshiki seolah menjawab pertanyaan Hana.
Air mata berhenti wajah Hana. Jawaban Yoshiki barusan sudah cukup menghentikan laju air matanya.
Malam harinya, Yoshiki mendatangi kediaman Rayumi. Kemungkinan besar adalah untuk menagih janji Hana tadi siang.
"Menagih janji?" tanya Hana saat melihat sosok Yoshiki di ambang pintunya.
"Hn" Yoshiki langsung memasuki kediaman Rayumi begitu saja.
Hana tersenyum miris sambil menutup kembali pintu depan.
Ketika ia memasuki kamarnya, di dapatinya Yoshiki tengah terduduk di pinggiran ranjang queen size-nya sambil mengotak-atik hp canggihnya.
"Hn. Sudah siap?"
"ehm..." Hana mendekati Yoshiki. Ia hanya mengenakan piyama tidur putihnya.
Hana sudah memutuskan akan melakukan ini. Memang ini adalah salahnya. Ahashi sudah nampak baik-baik saja tadi. Dan nampak seperti tidak terjadi apapun.
Saat Hana menaiki ranjangnya tiba-tiba sebuah hentakan menariknya. Seperdetik berikutnya ia sudah ada dibawah seorang pria yg amat dikenalnya. Menatapnya bagai hewan buas kelaparan.
Hana memejamkan matanya. Bagaimanapun walau ia sudah berkali-kali menguatkan hatinya, tapi rasa trauma masih menguasainya.
"Hn. Maaf sudah memperkosamu waktu itu"
Saphire Hana terbelalak sempurna mendengar ucapan pria diatasnya.
"Eh?"
"Hn. Sekarang aku hanya ingin melihatmu tidur"
lagi, ucapan Yoshiki membuat Hana kaget untuk kedua kalinya.
"Eh? J-jadi janjinya..."
"Hn. Tidurlah" Yoshiki kembali ke posisinya dari awal--yaitu duduk di tepi ranjang.
Hana cepat-cepat kembali merapikan piyamanya yg sepat bernatakan.
Jujur saja wanita berambut kelam sebahu itu sudah berkali-kali menghela nafas lega karena janjinya telah dilupakan. Dan digantikan oleh keinginan aneh... Melihat dirinya tidur? Cukup lucu untuk pria sejenis Kuroto Yoshiki.
"T-tapi ini masih teralalu sore untuk tidur" Hana terduduk di pojokan ranjangnya.
Sementara Yoshiki masih terdiam membelakangi Hana.
Rabu, 05 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar