Chap 111
Ia masih belum bisa dan yakin.
Ditatapnya wajah Hana yg berpeban di sekitar hidung dengan sendu.
"Ohayou..." ucapan Yoshiki membuat kerlapan demi kerlapan mata Hana terbuka semakin lebar.
Ia mengerang sebentar. Rasa nyeri masih terasa di hidungnya. Ia masih ingat dengan jelas bagaimana ia disikut oleh pemain tim F.
Hana terdiam sejenak. Tangannya menyentuh secara perlahan perban-perban yg menutupi hidungnya.
"Hidungmu retak. Tapi dengan pengobatan berkala akan sembuh" ucapan Yoshiki mengalihkan pandangan Hana dari hidungnya ke arah pria itu.
"Yoshiki-kun... Terima kasih. Maaf sudah merepotkanmu" guman Hana.
"Hn"
Hana kembali menatap hidungnya yg terperban.
"Mulai besok kembalilah ke tempatku"
ucapan Yoshiki lagi-lagi membuat Hana mengalihkan pandangannya ke arah pria itu. Namun kali ini dengan refleks yg sangat cepat.
"Eh?"
"Setidaknya kau butuh bantuan untuk memasang kembali perban-perbanmu"
Hana hendak menyangkal ucapan Yoshiki, namun ia sadar memang menyusahkan bila harus memasang perban dengan rapi.
Hana hampir saja mengangguk, begitu ia sadar jika keadaannya yg tinggal di tempat Yoshiki akan menguntungkan Yoshiki.
Melihat Hana yg tak segera menjawab ajakannya Yoshiki segera bangkit dari tempatnya.
"Ini tasmu. Kelas sudah berakhir 3 jam yg lalu. Sekarang sudah malam. aku sudah menyiapkan ruang khusus untukmu kali ini, bukan di kamarku jika kau takut aku melakukan hal-hal yg tak kau inginkan. Tapi itu terserah apa maumu"
"... Aku ikut"
Yoshiki segera membawa tas Hana dan segera membantu Hana yg agak kesusahan turun dari ranjang UKS.
"wow hidungmu kenapa? Jangan bilang kalau Yoshiki kelaparan lalu mengigit hidungmu!?" Tomuro yg hendak menuju ruang arsip tidak sengaja berpapasan dengan Hana dan Yoshiki.
"Memang begitu" guman Hana malas.
"Ha? Sungguh?" Tomuro menatap Yoshiki meminta penjelasan.
"Hn"
"Oh ya. Aku ingin bicara denganmu sebentar" Tomuro segera berjalan menjahui Hana. Yoshiki mengikutinya dari belakang.
"Tentara-Nya sepertinya sudah mencium keberadaan Hana. Kau harus segera melakukannya Yoshiki" bisik Tomuro begitu ia yakin suaranya tak akan terdengar Hana yg kira-kira sudah 7 darinya.
"Hn" Yoshiki berguman. Tapi dibalik gumanannya itu ia berfikir. Berfikir keras malah.
"Dengarkan aku Yoshiki! Dia sudah menjadi milikmu hati, jiwa, cinta, dan tubuhnya--seperti keinginanmu! Sekarang saatnya meresmikan semuanya dengan melakukan perjanjian darah!"
"Hn" Yoshiki kembali berguman lalu meninggalkan Tomuro.
"Ini kamarmu" Yoshiki mengantarkan Hana ke sebuah ruangan berukuran sedang--bagi Yoshiki. Perabot normal berisi ranjang king size, lemari pakaian, bufet, lampu tidur, dan beberapa rak berisi buku.
"setidaknya sampai retak hidungmu sembuh kau harus disini. Ini kuncimu jika kau tidak mempercayaiku" Yoshiki memberikan sebuah mata kunci pintu yg di tutupnya. Meninggalkan Hana sendirian di kamar itu.
Minggu, 09 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar