Senin, 24 November 2014

Yami no Ai [Chapter 126]

Chap 126

Para pasukan troll--yg pada dasarnya suka berjalan pelan-pelan--kalang kabut mengetahui langit-langit bawah tanah mulai runtuh.
Tidak ada tempat untuk lari. Tanah langsung menerjang mereka. Menindih tubuh mereka.
Efeknya terjadi getaran ringan di daerah yg lumayan dekat dengan daerah ledakan. Sementara itu longsor tanah telah terjadi selama 10 menit terakhir.

"para Troll di kalahkan!" ujar seorang berambut merah dengan kedua taring di giginya.
Pria paruh baya yang menerima laporan itu hanya menggeram kesal. "Tarik mereka. Jangan sampai manusia mengetahui"
Pria berambut merah itu mengangguk lalu segera melesat melaksanakan peritahnya.

"Lapor! Ledakan positif berasal dari iblis!" seorang perempuan berambut hitam panjang dengan tahi lalat di bawah bibirnya berujar mantap.
"Beraninya mereka membuat keributan disini... Seberapa kuat sihirnya?" pria berambut oranye yang menerima laporan itu mengernyitkan alisnya.
"Sekitar 0,6%"
"Lemah sekali. Nao-kun Kirimkan pasukan Xeon-21"
"Laksanakan!" pria berwajah datar dan beambut jabrik biru yang sedari tadi berdiri di samping kanan pria berambut orange itu mengangkat tangannya hormat lalu meninggalkan ruangan.
"Tapi... Taichi-taichou... Ada yang aneh. Aku merasakan aura lain di tempat itu... Aura mengerikan yang bisa membuatku berkeringat dingin"
"Hmm... Mungkin hanya perasaanmu saja Akira-san. Kembalilah ketempatmu"
"Benar... Pasti hanya perasaanku. Kalau begitu aku permisi Taichi-taichou" Akira segera keluar ruangan sang ketua.
Taichi Sabaku terdiam menatap kepergian Akari Fuu. Ketua dari departemen pertahanan sektor 16 Exorcist itu kembali mengernyitkan alisnya dibalik wajah tenangnya. Mau bagiamapun kemampuan klan Akira dalam pendekteksi tidak bisa diragukan lagi. Membuat pria bermata emas itu berguman, "Ya... Semoga hanya perasaanmu. Jika benar pria itu ada disini... Tidak tidak! Aku tidak boleh gegabah sebelum kemunculan pria itu dipastikan!"

"Hup" Tomuro terlihat menurunkan barang-barang Hana.
"Terima kasih Tomuro-kun" Hana tersenyum.
"Apa tidak sekalian dinaikan ke bisnya?"
"Ah tidak aku bisa sendiri. Lagian aku belum tahu di bis mana aku"
"Hmm begitu"
"Sekali lagi terima kasih sudah mengantar dan membantuku Tomuro-kun"
"Ah tidak masalah. Hana-kyun kan istri dari My Lord kita tercinta. Err-- kalau begitu lebih baik aku kembali"
"Ah benar. Eh tunggu!!" baru saja Tomuro hendak berbalik, Hana sudah mencegahnya.
"Ya?"
"Etto... Sebenarnya... Anno... Yoshiki sibuk apa?" tanya Hana ragu. Wajahnya menampakkan kekhawatiran.
"Engh? Ada apa Hana-kyun?" Tomuro mengerutkan alisnya. "Entahlah aku juga tidak tahu. Dia hanya mengatakan bahwa dia ada urusan"
Hana mengigit bibir bawahnya sebentar. "Begitu.. Baiklah hati-hati di jalan Tomuro-kun" Hana melambai.

Tomuro memasuki kembali mobil Chevorlet hitamnya. Setelah menyalakan mesinnya ia melaju secepat mungkin.
"KO3 meluncur!" teriak Tomuro melalu transmisi. Wajahnya serius menatap jalanan. Dengan kecepatan 120 km/jam ia bermanuver menembus jalanan Tokyo.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.