Chap 122
"Eh? EHHHH??? Apa salah telingaku?" begitu Hana merespon ucapan Yoshiki, yg ia dengar hanyalah kata 'kutusuk telingamu hingga berdarah' hingga membuatnya cukup kaget.
"Kenapa?" tanya Hana polos. Sambil tangannya digunakan untuk menutupi--melindungi--telinganya.
"Hn. Lupakan" jawab Yoshiki tak acuh.
"Eh?" Hana sweatdrop mendengar jawaban Yoshiki.
Berbicara dengan pria dingin memang kesulitan tersendiri.
Derap langkah dua pasang sepatu menggema di lorong-lorong mansion Yoshiki.
"Ne... Tomuro-kun terima kasih mau mengantarkan aku ke ruangan Yoshiki-kun" Hana membuka pembicaraan dengan nada riangnnya. Terlihat jelas Hana bahagia hari ini.
"Tidak masalah. Hari ini aku juga ingin menemuinya juga. Uhm... Kenapa kelihatannya Hana-kyun bahagia sekali?"
"Oh. Eh? Aku kelihatan sebahagia itu ya? Hehe" Hana malah cekikikan tidak jelas.
Tomuro sweatdrop mendengar jawaban Hana.
"Uhmm baiklah kuberi tahu... Yoshiki-kun... Mengijinkanku mengikuti perkemahan misteri di pedalaman Gunma!" teriak Hana girang.
"Apa!?" giliran Tomuro yg berteriak ke arah Hana.
"eh?" Hana mematung setelah ditatap horor oleh Tomuro.
"Ayo..." Tomuro segera menyeret tangan Hana dengan cepat.
BRAK!
Tanpa permisi, Tomuro yg menyeret tangan Hana langsung memasuki ruang kerja Yoshiki.
"Hn" Yoshiki hanya menatap datar kedua orang yg baru saja membuat kerusuhan di tempatnya. Tangannya yg semula sibuk menulis sesuatu kini sudah berhenti.
"Ap--"
"Hn. Aku tahu. Itu bisa kita bicarakan nanti. Sekarang bisakah kau keluar? Kami ada pembicaraan khusus" Yoshiki langsung memotong semprotan kalimat Tomuro.
Tomuro menggerutu pelan. Ditutupnya pintu yg tadi dibukannya lebar-lebar setelah Hana masuk.
"Hn. Duduklah"
Hana mematuhi ucapan Yoshiki dan segera duduk di kursi yg bersebrangan dengan posisi duduk Yoshiki.
"Kau senang?" tanya Yoshiki. Tangannya kembali sibuk mengetik sesuatu di laptopnya yg berlogo apel yg telah tergigit.
Hana menanggapinya dengan cepat. "tentu! Aku sangat senang!"
"Hn. Saatnya membicarakan persyaratan"
Hana langsung menatap Yoshiki mantap. Ia sudah menyiapkan hatinya barangkali pria di depannya ini punya syarat yg err-- berlebihan.
"Patuhi apa yg dikatan Tomoaki dalam proses penyembuhan hidungmu. Dan-- Hn. Hanya itu saja"
"Eh? Hanya itu?"
"Hn."
"Aku pasti akan mematuhinya! Pasti!" Hana bersorak gembira.
"Hn. Kembalilah ke kamarmu" ujar Yoshiki lagi dengan fokus ke pada laptopnya.
Sebenarnya Hana cukup menggerutu dalam hatinya, jika hanya ingin memberitahu syarat seperti itu lebih baik dikatakan tadi dalam perjalanan. Kan bisa mengurangi energi yg terkuras untuk berjalan. Apalagi nanti bila Hana tersasar?
Ketika Hana melangkah keluar dilihatnya Tomuro sedang bersila tangan. Setelah melihat Hana, Tomuro langsung nyelonong memasuki ruangan Yoshiki.
"tunggu aku, kita bicara" bisik Tomuro.
Hana mendengar itu cukup penasaran. Jadi memilih untuk menunggu keluarnya Tomuro.
Kamis, 20 November 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.
0 komentar:
Posting Komentar